Hidup terus berputar
Published by Iqbal_Ir 3 years, 7 months ago in Keseharian.
Usahlah kau cemas, hidup terus berputar, teruslah berusaha, Allah bersama kita
Terbayangkan bagaimana kecemasannya menjalani hari-hari depannya. Umurnya sudah empat puluh tahunan lebih, mempunyai satu istri dan dua orang anak yang masih bersekolah di sekolah dasar. Agus Salim, anaknya yang paling besar duduk di kelas 6 SD dan Fathurrohman yang paling kecil di kelas 1 SD. Untuk menunjang hidup, istrinya biasa membantunya dengan membuka warung berjualan di depan rumahnya. Sebagai seorang kepala keluarga, sudah menjadi kewajaran jika dia mencemaskan apa yang akan dihadapinya diakhir bulan ini.
Bagi kita yang rata-rata masih berumur 25 tahun, hal seperti ini adalah biasa dan tidak akan terlalu risau menghadapinya. Ditambah lagi jika kondisinya belum mempunyai keluarga alias masih single. Masih belum punya tanggungan dan yang pasti masih punya banyak waktu yang bisa dimanfaatkan.
Walaupun beliau akan menghadapinya di akhir bulan ini, sejak saat ini harus sudah mempersiapkannya. Mengingat banyaknya tanggungan keluarganya, baik keluarganya di Banjarmasin maupun keluarganya yang di Jawa. Selain anak-anaknya yang masih kecil juga permohonan kepemilikan rumah (kpr) yang sedang diajukannya. Jika permohonannya diterima oleh Bank, maka akan semakin menambah beban hidupnya.
Begitulah hidup yang dihadapi oleh Suwarno. Kami biasa memanggilnya dengan sebutan “Pak Warno”. Seorang yang telah mengabdikan hampir sepanjang hidupnya sebagai driver. Bapak kelahiran Jawa Timur ini sudah dua puluh tahun lebih merantau di Banjarmasin. Mengawali pekerjaan ketika memulai merantau dengan bekerja di perusahaan kayu di tengah hutan Kalimantan. Hampir seluruh Kalimantan sudah pernah disinggahinya, mungkin hanya Pontianak saja yang belum pernah didatanginya. Tanggal 28 bulan April ini adalah hari terakhirnya bekerja di kantor. Perusahaan telah memberikan keputusan tersebut kemarin berbarengan dengan beberapa karyawan lainnya. Proyek yang sedang dijalaninya selesai sudah, kini tinggal “tutup warung” saja. Perusahaan memutuskan hubungan kerja dengan semua pekerjanya dan bersiap “kukut-kukut”. Tiga tahun sudah ia bergabung dengan perusahaan. Kini waktunya telah tiba, telah sampai pada akhir perjalanan. Inilah yang menjadi alasan kerisauannya.
Beliau adalah driver yang telah menemaniku bekerja dari site ke site. Hampir selama di Banjarmasin saya bersamanya. Saya menganggapnya seperti keluarga sendiri, selain karena memang tidak mempunyai satu keluargapun di sini. Saya sudah sangat mengenal betul karakternya. Banyak sudah asam garam kehidupan yang dirasakannya. Bercerita pengalaman dan bertukar pikiran adalah kebiasaan yang biasa kami lakukan di dalam mobil. Berbagi kesulitan dan kegetiran hidup yang dihadapi sambil berusaha terus mencoba menyelami makna kehidupan.
Kehidupan terus berputar, kadang diatas kadang dibawah. Beruntunglah bagi mereka yang terus berjuang untuk memanfaatkan hidup dengan baik dan menggunakannya dengan bijak. Setiap kejadian adalah salah satu bentuk dari episode demi episode kehidupan yang kita jalani. Apapun episode tersebut, baik susah maupun senang adalah salah satu bentuk tarbiyah dari Allah SWT. Janganlah kesenangan yang kita dapatkan sampai melupakan-Nya dan janganlah kesusahan yang diberikan sampai mengingkari segala kenikmatan yang telah diberikan-Nya “Na’uzubillahi minzdalik” .
Fabi’ayyi alaa’i rabbikuma tukazzibaan, Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS Ar-Rahman 13)
Selamat tinggal Pak Warno, semoga Allah memberikan yang terbaik. Sesekali hamba-Nya tidak mengetahui apa-apa dibalik semua “tarbiyah” kehidupan ini. Tetapi yakinlah, apapun itu adalah yang terbaik yang Allah berikan untuk hamba-Nya.
Click to Social Bookmark












































![[Spirit in everything we do]](http://blog.iqbalir.com/wp-content/themes/alphanauthilus/styles/alphanuathilus/images/logostatis.gif)
No Responses to “Hidup terus berputar”
Please Wait
Leave a Reply