Posted by Iqbal_Ir | Posted on 27-07-2005
Category : LifeSkills and Motivation

Diambil dari buku “Life Excellent, Menuju Hidup Lebih Baik”
Karya : Reza M Syarief
Penerbit : Gema Insani
Selama ini kita mengenal istilah manajemen itu dalam istilah business management, kemudian marketing management atau mungkin Human Resources Development Management atau mungkin finance management.
Sekarang saya akan memperkenalkan pada Anda apa yang disebut dengan mind management, manajemen pikiran.
Kenapa saya ambil judul seperti itu? Karena saya terinspirasi oleh sebuah hadits yang mengatakan bahwa Allah mengikuti sangkaan seorang hamba terhadap-Nya. Jadi, ketika kita berpikir positif, maka itulah yang akan Allah kirimkan kepada kita. Ketika seorang menganggap dirinya berhasil, menggangap dirinya gagal, menganggap dirinya kecewa, atau menganggap dirinya susah, maka Tuhan akan mengirimkan pikiran itu kepada dirinya. If you think you can, you can. If you can not, you can not. Kalau Anda berpikir bisa, Anda pasti bisa. Tapi, kalau Anda berpikir sudah tidak bisa, maka Anda tidak akan bisa. Tuhan akan menakdirkan Anda tidak bisa. Maka, mulailah cara berpikir kita yang positif sehingga Allah akan mengirimkan kepada Anda pikiran yang positif, mind management.
→ Continue
Posted by Iqbal_Ir | Posted on 22-07-2005
Category : Tentang Pernikahan
Perseteruan Dua Cinta
(H.M.Anis Matta)
“Wahai orang-orang beriman, sesungguhnya diantara istri-isri dan anak-anak kamu ada yang menjadi musuh bagi kamu…! Bisakah anda membayangkan bahwa suatu saat, istri dan anak-anak yang anda cintai, justru jadi musuh bagi anda? Mungkin. Mungkin sekali itu terhadi. Pada siapa saja. Karena cintanya pada istri dan anak-anaknya tidak “turun” dari cinta misi, dari cintanya pada Allah. Atau sebaliknya. Jika cinta pada istri dan anak-anak tidak berhasil membawa mereka ke dalam lingkaran cinta misi.
→ Continue
Posted by Iqbal_Ir | Posted on 13-07-2005
Category : Tentang Pernikahan
MENJELANG hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang, hari-hari yang dilalui, gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang; Papa dan Mama, kakak- kakak, tetangga, dan teman-teman Nania. Mereka ternyata sama herannya. “Kenapa?” tanya mereka di hari Nania mengantarkan surat undangan.
Saat itu teman-teman baik Nania sedang duduk di kantin menikmati hari-hari sidang yang baru saja berlalu. Suasana sore di kampus sepi. Berpasang-pasang mata tertuju pada gadis itu. Tiba-tiba saja pipi Nania bersemu merah, lalu matanya berpijar bagaikan lampu neon limabelas watt. Hatinya sibuk merangkai kata-kata yang barangkali beterbangan di otak melebihi kapasitas. Mulut Nania terbuka.
→ Continue