Posted by Iqbal_Ir | Posted on 16-09-2005
Category : Tentang Pernikahan
Ungkapan Sederhana Untuk Istri Tercinta
Penulis: M. Fauzil Adzim
Bila malam sudah beranjak mendapati Subuh, bangunlah sejenak. Lihatlah istri Anda yang sedang terbaring letih menemani bayi Anda. Tataplah wajahnya yang masih dipenuhi oleh gurat-gurat kepenatan karena seharian ini badannya tak menemukan kesempatan untuk istirahat barang sekejap, Kalau saja tak ada air wudhu yang membasahi wajah itu setiap hari, barangkali sisa-sisa kecantikannya sudah tak ada lagi.
Sesudahnya, bayangkanlah tentang esok hari. Di saat Anda sudah bisa merasakan betapa segar udara pagi, Tubuh letih istri Anda barangkali belum benar benar menemukan kesegarannya. Sementara anak-anak sebentar lagi akan meminta perhatian bundanya, membisingkan telinganya dengan tangis serta membasahi pakaiannya dengan pipis tak habis-habis. Baru berganti pakaian, sudah dibasahi pipis lagi. Padahal tangan istri Anda pula yang harus mencucinya.
→ Continue
Posted by Iqbal_Ir | Posted on 10-09-2005
Category : Tentang Pernikahan
Bukan karena tidak ada pilihan
Penulis: Iqbal Irwansyah
“Sepertinya tidak masalah Da. Aku bisa menerima hasil ini kok. Walaupun belum sesuai dengan harapan. Semoga ini adalah yang terbaik.”
“Naahh begitu dong Shan… Kalau begitu khan lebih baik. Lagipula belum tentu kuliah di Kedokteran itu lebih baik dari kuliah di Psikologi. Iyaa khaannn…?? Yaa sudah… sekarang kamu konsentrasi saja kuliah di Psikologi ini, tahun depan kalau kamu mau berubah pikiran kamu khan bisa ikut SPMB lagi.”
“Iyaa Shandy… Bunda setuju dengan Wanda, kamu terima saja hasil jerih payah kamu. Lagipula, kamu khan jadi satu kampus dengan Wanda. Kalian khan masih bisa tetap terus bersama. Naahh sambil ngobrol, ayo… ini diminum dulu teh manisnya…”
“Eeehhh Bunda… Kok ngga bilang sih mau bawa teh manis ? Shandy khan bisa bawain sendiri.”
“Ehhmm Tante… Jadi merepotkan nih…”
“Aahh… ngga apa-apa Nak Wanda. Silahkan dilanjutkan, Tante mau ke dapur lagi.”
“Iya deh… Makasih Bunda”.
→ Continue
Posted by Iqbal_Ir | Posted on 01-09-2005
Category : Tentang Pernikahan
oleh : Ayyesha-yahya
sumber http://www.manajemenqalbu.com
Pernikahan Idham dan Rani berlangsung lancar. Kawan-kawan kuliah keduanya banyak yang datang, walaupun resepsi itu dilakukan jauh dari kota dimana mereka berdua menuntut ilmu. Di sudut ruangan, tampak sekelompok akhwat sedang menikmati hidangan. Mereka sedang menggoda Rifa, sahabat Rani, kapan Rifa akan segera menyusul Rani. Ditanya begitu, Rifa hanya tersenyum, dan menjawab, “Jika saatnya tiba.”
Namun tak lama setelah kejadian itu, timbul perasaan-perasaan ingin mengitu jejak Rani di hati Rifa. Meski Rifa sendiri masih galau, apakah dirinya benar-benar sudah siap atau hanya ingin menikah????
Sahabat Muslimah…Banyak akhwat yang mengalami peristiwa yang dialami Rifa dalam ilustrasi diatas. Beberapa diantaranya rata-rata masih tercatat sebagai mahasiswi. Memang, menikah dini di kalangan mahasiswa akhir-akhir ini seolah menjadi trend yang sedang berkembang.
→ Continue