Refleksi untuk Ikhwan wa Akhwat fillah
Published by Iqbal_Ir 3 years ago in Tentang Pernikahan.Ya Muqollibal Qulub Tsabbit qolbi ‘alad diinik…
Ya Muqollibal Qulub Tsabbit qolbi ‘alad da’watik…
Love is a give (Cinta adalah berkah)…
Bahkan salah seorang ikhwah mengatakan:
Love is the essence of life (Cinta adalah inti sari kehidupan)…
Cinta 4JJI yang membuat bumi ada…
Cinta 4JJI yang membuat sang surya bersinar…
Cinta antar manusia yang membuat hidup tenteram dan nyaman…
Ketika kita mencintai, tidak ada kata pamrih disana…
Yang ada hanya memberi tanpa mengharap menerima…
Mirip seperti itulah hakikat menjadi da’I…
Dia harus siap mengorbankan hidup dan matinya demi da’wah…
Dia selalu memberi utk Islam, tanpa mengharapkan menerima utk setiap kerja da’wahnya…
Itulah ikhlash…
Siap menjadi jundi dan pada saat yang sama siap menjadi qiyadah…
Siap mengeluarkan uang utk da’wah…
Siap mengeluarkan tenaga utk da’wah…
Ana teringat kata Ust. Darlis:
Bahwa hubungan ikhwan dan akhwat aktivis da’wah adalah seperti saudara…
Cukup sampai disana…
Kalaupun terjadi gangguan hati yang merupakan sunnatulloh akibat adanya interaksi,
Tidak akan melebihi taraf SIMPATI antar kader
(SIMPATI : SIMPan dAlam haTI)…
Kecuali 4JJI memberikan kesempatan padanya utk menyelesaikan setengah agamanya…
Jika 4JJI telah menentukan jodoh utk kita, bahkan sebelum kita lahir,
Mengapa kita takut menjadi perawan tua atau jejaka jomblo…?
Masih panjang langkah da’wah kita…
Masih begitu banyak lahan da’wah yang belum kita jamah…
Ada satu hal yang akan datang dengan sendirinya pada anda, yaitu Jodoh…
Sehingga jangan sampai hal ini membuat kita ragu akan janji 4JJI pada kita…
Jangan sampai da’wah kita berpenyakit hanya karena masalah ini…
Sangat cengeng dan kekanak-kanakan,
Bila sampai ada aktivis da’wah yang terjangkiti hal ini (VMJ: Virus Merah Jambu)…
Da’wah adalah sesuatu yang suci…
Qod aflaha man zakkaha (Beruntunglah orang yang membersihkan diri)…
Wa qod khoba man dassaha (Dan celakalah orang yang mengotori dirinya)…
Sehingga orang yang berhak dan akan bertahan dalam jalan ini,
Adalah orang yang niat ikhlash membersihkan dirinya…
Dia ikut tarbiyah dengan keikhlashan,
Bukan karena ingin menikah dengan akhwat berjilbab…
Dia beraksi dan berdemonstrasi utk menyuarakan yang haq didepan penguasa yang zholim (HR Bukhori Muslim)…
Bukan ingin ketenaran…
Dia berda’wah ingin menuju Jannah-Nya,
Bukan ingin mendapatkan jabatan, fans atau lainnya…
Ingat ikhwan wa akhwat fillah,
Seperti disampaikan Ust. Amirudin:
Utk ikhwan…
Bila anda istiqomah di jalan da’wah ini,
Bidadari telah menanti anda di syurga nanti…
Utk Akhwat…
Bila anda istiqomah di jalan da’wah ini,
Anda lebih baik dari bidadari yang terbaik yang ada di syurga…
Kebenaran hakiki hanya milik 4JJI…
Dan di yaumil qiyamah kelak akan ditentukan
kebenaran akan hal2 yang kita perdebatkan…
Judul asli : Pesan Moral Untuk Ikhwan & Akhwat
Diambil dari : Prayoga.net Di edit atas permintaan dari pemilik situs (pak Prayoga), Situs barunya adalah Prayoga.info
Click to Social Bookmark










































ikhwan akhwat fillah ane bingung kalo berdakwah, di kampus ane, karena disini lebih banyak akhwat? terus kami disini semua masih belajar! mungkin antum punya saran ataun program kerja kirim-kirim yach ke e-mail ane!!!!
akh/ukh Mitsa….
?
Kl menurut ane sih sebenernya ngga masalah lebih banyak akhwat daripada ikhwannya. Naah kl seperti ini, kontribusi lebih besar terdapat pada akhwatnya. Oleh karena itu perlu akhwat2 yang tangguh nih utk berdakwah disana. Ikhwannya bs membantu support dakwah dengan program2 yang dikembangkan sesuai dengan keadaan situasi dan kondisi lingkungan dakwahnya.
Artikel yg sangat bagus. Boleh ane sebarin ke temen2 ane yg laen gak?? Insya Allah, bisa menjadi salah satu sarana untuk dakwah juga. Artikel2 yg laen, boleh juga gak??
Syuqran
@Gin-gin,
Boleh saja di copy dan disebarkan sebagai sarana untuk dakwah.
Artikel lainnya juga juga boleh…
wah.. kalo di kampus ana malah kebalik. para akhwat banyak yang nggak simpati lagi sama ikhwan. bingung saya… semoga ALlah tidak menjadikan hal ini sebagai hal yang tidak berkah dalam dakwah kami
Assalamu’alaikum?
Ukthi mitsa, Kaifa haluki..? Ana senang membaca message ukthi tentang niat ukthi tuk da’wah, sempat ukthi singgung tentang lebih banyak jumlah akhwat dibandingkan dengan ikhwan.. hehehe…
Dalam hal da’wah tidak harus selalu berfikir tentang ikhwan yang harus lebih banyak, bahkan tanpa ikhwan-pun kita masih bisa da’wah, karena cara berda’wah itu banyak, jadi bagaimanapun juga sebaiknya kita ambil cara da’wah yang sesuai dengan kapasitas seorang akhwat.
.
Mengenai bagaimana cara da’wah yang baik, jawabannya adalah da’wah dengan kebijaksanaan, kelembuatan, sebagaimana Rasul lakukan, terlebih kita tidak tahu watak sebenarnya dari target yang akan kita da’wahi, bisa saja mereka berwatak keras. Kalau ana pribadi menganjurkan sebaiknya da’wah kita lakukan seperti cara diatas, karena Insya Allah kekerasan hati akan luluh dengan kelembutan, dan senyuman akan dapat meredam setiap hal yang tidak kita inginkan, seperti kemarahan.
Ingat…!!!, “Sebuah kebaikan yang akan kita sampaikan, jika caranya salah maka sulit bagi orang lain akan dapat menerimanya”.
Semoga kita bisa menjadi orang-orang yang selalu berfikir dengan ilmu, dan bukan dengan nafsu, Amiin..
subhanalloh..tapi sekarang pergaulan ikhwan-akhwat agak berbeda ya?
@rahmah,
Sekarang seperti apa y…
Ehm mmgnya beda y…
*) yang sudah lama nda denger cerita2 dari aktivis kampus.
Subhanallah, artikel yang bagus yang mengingatkan ana pribadi terutama untuk tetap meluruskan niat dalam berjuang di jalan-Nya, dan berhati-hati dengan yang namanya interaksi terutama antara ikhwan-akhawat. Syukron atas semangatnya yang secara ga langsung ana dapatkan, dan meneguhkan diri ini kembali, karena mang itu fungsi saudara kan?untuk saling nasihat-menasihati dalam kebenaran dan kesabaran
To ikhwah fillah di bumi jihad ….
SEMANGAT, tak kenal henti !!!
ini blogger anak sma ya ?
@killer,
bloggger anak sma…??
wah alhamdulillah, klo di kampus ane, di undip atas,tembalang(semarang)…”cukup Save”.kita tetep jaga hijab(bajik fisik maupun hati).
jam9 malam akhwat dah ga boleh keluyuran….
klo ikhwan da perlu ma akhwat mlm2, cuma sebatas ngasih sesuatu atau ambil sesuatu. pun klo mo ada yang dibicarakan tidak boleh berlama2, dan harus syar’i, atau bner2 mendesak, sehingga harus ketemu hari itu juga…
tapi tetep ja ga ahsan ketemu akhwat > magrib…
makanya paling cuma telp/sms. jam 9 maleman biasanya HP akhwat dimatikan atau minimal sms/telpnya ga d tanggepin…
malah ada sempet ada wacana, klo bates kluyuran akhwat cm mpe jam 6 mlam….
bagus sich…
tp kasian juga, misal klo mo ujian dan harus fotocopy ni tu…..
tp yang jam6 mlm tu, br wacana doang….belum terealisasi..
itu yang ane liat lo…mudah2an ja gitu…
btw, ane mo tau yang di daerah lain…
oya ane mo tambah sodara nich….klo da yang berminat, add ane di :ryo_mayory@yahoo.com yach..
jazzakallah
wass
aduhh, rasanya kaya’ ditampar baca artikel tadi. iya..ya, kalu sabar bisa melebihi bidadari. oks,doain aja deh, biar ane istiqomah jg hati@pandangan. SUSI lo jeng..SUsah SkalI.
Assalamualaikum ikhwan n akhwat…
ukh bingung.
sebenarnya ukh ingin banget berdakwak didesa ukh yg penuh dg dosa. ukh dengar banyak anak remaja disana yang sudah kelewat batas pergaulannya. bayangkan aja, lebih dari 10 anak remaja didesa ukh yang terjerumus ke hubungan yg g seharusnya dilakaukn oleh anak remaja disana. ukh ingin menyadari mereka, dan ingin memberi tahu ttg ajaran islam yang ukh ketahui. tapi uhk g tahu gimana caranya. pernah sekali uhk menasehati salah satu temen uhk, tapi apa tanggapannya. mereka bilang uhk malah sok alim. uhk ingin bgt buat perkumpulan anak remaja disana dan mengajarkan tentang islam, tapi uhk punya masalah. uhk g berani bilang sama pengurus mesjid disana.
uhk harap, ihkwan dan akhwat memberi solusinya. uhk bingun.
Subhanallah…..

Allahu Akbar!!!
Assalamu alaikum |
salam kenal dari ikhwan2 untuk para kader2
disini aku mengharap ridho Mu
disini aku menghiba rahmat Mu
disini aku tambat munajatku
berazam aku kembali
BUTA CINTA : Sesat Di Dunia, Merana Di Akhirat
Oleh : Ahmad Muhammad Haddad Assyarkhani
Di Sebuah Taman Kota Metropolitan……
Para pekerja yang sibuk membersihkan kawasan taman rekreasi gempar. Raungan bunyi ambulan begitu mengejutkan ketika pagi yang masih terlalu awal ini. Kelihatan beberapa petugas kesehatan begitu sibuk memberi pertolongan kepada sepasang muda-mudi yang terperangkap di dalam sebuah Rel Kereta API di Kota tersebut. Naas bagi pasangan merpati dua sejoli itu, malaikat maut telah mencabut nyawa mereka dalam keadaan yang sungguh tragis dan memilukan.
Apa yang terjadi sebenarnya? Ternyata sepasang muda-mudi itu nekad membunuh diri dengan menutup Jalan Kereta API,pada saat itu mereka mengikat diri di rel tersebut. Akibatnya mereka mati dalam keadaan berpelukan dan saling berciuman dengan kondisi tubuh hancur di lindas Kereta api, sehingga begitu sukar pihak bertanggung jawab memisahkan antara dua jasad tersebut. Begitu ‘mengharukan’!. Didalam rel kereta tersebut ditemui selembar kertas yang telah mereka tanda tangani. Antara isi kandungannya; tolong jangan pisahkan mayat kami dan terus dikebumikan untuk membuktikan cinta abadi kami sehidup semati. Dan di bagian akhir surat tersebut tercatat bahwa mereka melakukan ini demi menyelamatkan cinta ‘sejati’ yang ‘suci’ ini karena orang tua mereka tidak merestui hubungan cinta mereka. Astaghfirullah…!
Di sebuah rumah di Jazirah Arab 1400 tahun yang lampau…
Abdullah bin Abu Bakar RA baru saja melangsungkan pernikahan dengan Atikah binti Zaid, seorang wanita cantik rupawan dan berbudi luhur. Dia seorang wanita berakhlak mulia, berfikiran cemerlang dan berkedudukan tinggi. Sudah tentu Abdullah amat mencintai istri yang sangat sempurna menurut pandangan manusia.
Pada suatu hari, ayahnya Abu Bakar RA lewat di rumah Abdullah untuk pergi bersama-sama untuk sholat berjamaah di masjid. Namun apabila beliau mendapati anaknya sedang bermesraan dengan Atikah dengan lembut dan romantis sekali, beliau membatalkan niatnya dan meneruskan perjalanan ke masjid.
Setelah selesai menunaikan sholat Abu Bakar RA sekali lagi melalui jalan di rumah anaknya. Alangkah kesalnya Abu Bakar RA apabila beliau mendapati anaknya masih bersenda gurau dengan istrinya sebagaimana sebelum beliau menunaikan sholat di masjid. Kemudian Abu Bakar RA segera memanggil Abdullah, seterusnya bertanya : ” Wahai Abdullah, adakah kamu sholat berjemaah? ” Tanpa berhujjah panjang Abu Bakar berkata : “Wahai Abdullah, Atikah telah melalaikan kamu dari kehidupan dan pandangan hidup malah dia juga telah melupakan kamu dari sholat fardhu, ceraikanlah dia!” Demikianlah perintah Abu Bakar kepada Abdullah. Suatu perintah ketika Abu bakar mendapati anaknya melalaikan hak Allah. Ketika beliau mendapati Abdullah mulai sibuk dengan istrinya yang cantik. Ketika beliau melihat Abdullah terpesona keindahan dunia sehingga menyebabkan semangat juangnya semakin luntur.
Lalu bagaimana tanggapan Abdullah? Tanpa membuat dalih apatah lagi mencoba membunuh diri, Abdullah terus mengikuti perintah ayahandanya dan menceraikan istri yang cantik dan amat dicintainya. Subhanallah!!!
Dari dua petikan kisah di atas, marilah kita sama-sama bertafakkur tentang hakikat dan bagaimana cinta sejati, tulus dan suci itu sebenarnya. Sesungguhnya perjalanan hidup manusia akan sentiasa dipenuhi dengan warna-warna cinta. Bahkan kita dapat ungkapkan bahwa kehadiran manusia di muka bumi ini disebabkan Allah SWT meletakkan sebuah perasaan di dalam jiwa manusia, dan dia adalah cinta.
Membicarakan tentang cinta ibarat menguras air lautan dalam yang kaya dengan pelbagai khazanah alam. Tak kan pernah habis dan kita akan sentiasa menemui berjuta macam benda. Dari sekecil-kecil ikan hingga ikan paus yang terbesar. Dari kerang sampai mutiara malah jika diizinkan Allah, kita mungkin menemui bangkai kapal dan bangkai manusia!!!
Usia sejarah cinta seumur dengan sejarah manusia itu sendiri. Jika di suatu tempat ada 1000 manusia maka di situ ada 1000 kisah cinta. Dan jika di muka bumi ini ada lebih 5 million manusia, maka sejumlah itu pulalah kisah cinta akan hadir.
Walau berapa banyak pun nuansa cinta yang menjelma menjadi sebuah syair, drama, film,Sinetron, lagu dan berbagai bentuk hasil seni lain, namun pada hakikatnya cinta itu hanya ada dua buah versi saja. Versi cinta nafsu (syahwat) dan cinta Rabbani.
Yang menjadi persoalan sekarang adalah mampukah kita membedakan yang mana cinta syahwat dan mana cinta Rabbani? Derasnya arus ghazwul fikr (serangan pemikiran) dalam kesenian terutamanya, telah mampu membungkus cinta syahwat sehingga ia tampil sebagai cinta “suci” yang mesti diperjuangkan, dimenangkan dan diraih seterusnya untuk dinikmati.
Manusia seakan lupa pada sejarah. Lupa pada kisah-kisah tragis yang berakhir di hujung pisau atau dalam segelas racun. Mereka semua rela diseret dan dijeremuskan ke dalam lubang ‘neraka’ hanya untuk mengejar salah satu rasa dari sekian banyak rasa yang ada disudut hati manusia, itulah cinta.
Cinta memiliki kekuatan luar biasa. Dan kekuatan cinta (the power of love) mampu menjadikan manusia pribadi yang sangat nekad atau sangat taat. Nekad dalam konteks sangat berani dalam melanggar peraturan-peraturan Allah seperti berkhalwat (berdua-duaan dengan bukan mahram), berkasih-kasihan lelaki dan perempuan, berpegangan tangan, mempertontonkan adegan birahi percuma di khalayak ramai apatah lagi dalam sembunyi. Atau jika cinta tak mendapat restu dari orang tua, pasangan akan nekad, terus lari dari rumah atau berzina (na’udzubillah min dzalik). Dan tidak sedikit pula yang begitu nekad sanggup melakukan perbuatan yang dilaknat Allah yaitu membunuh diri demi cinta.
Pribadi-pribadi nekad seperti ini menjadikan cinta sebagai tujuan bukan sebagai sarana mencapai tujuan. Oleh itu tidaklah mengherankan jika kita banyak menemui berbagai perilaku aneh para pencari cinta yang tak masuk akal. Sebab apa yang mereka tuju adalah suatu yang abstrak, tidak jelas dan bukan perkara yang pokok. Mereka sibuk mencari dan mengartikan makna cinta sementara lalai terhadap Dzat yang menganugerahkan cinta. Dzat yang menumbuh suburkan rasa cinta. Dzat yang memberikan kekuatan cinta. Dzat yang paling layak dicintai, kerana Dia juga Empunya nikmat cinta. Allah Rabbul ‘Alamin.
Kisah tragis di awal tulisan ini memberikan gambaran jelas sikap manusia yang rela mengorbankan diri demi sepotong cinta. Muda-mudi yang nekad bunuh diri dengan berbagai cara ini pada dasarnya belum mengenali hakikat cinta. Cinta yang mereka kenal selama ini adalah cinta yang ditunggangi oleh nafsu syahwat. Dan joki penunggangnya adalah syaitan laknatulllah. Pada momen ini syaitan berteriak keriangan sambil mengibar-ngibarkan bendera kemenangan kerana berhasil menjerumuskan anak cucu Nabi Adam dalam neraka jahannam dengan dalih cinta yang begitu murah nilainya.
Cinta memang tak kenal warna. Cinta tak kenal baik-buruk. Cinta tak kenal rupa dan pertalian darah. Memang begitulah adanya. Kerana yang mampu mengenal warna dan baik-buruk adalah pelaku-pelaku cinta yang menggunakan akal fikirannya.
Sebaliknya cinta juga mampu melahirkan pribadi-pribadi yang mengagumkan. Pribadi yang tak takut kehilangan suatu apa pun walau ia amat cinta pada sesuatu. Namun kerena cinta yang hadir dipenuhi dengan nuansa keimanan, maka mereka rela mengorbankan apa saja yang mereka amat cintai demi memperolehi keridhaan Dzat Pemberi cinta. Jiwa mereka tidak gundah gulana hanya kerena kehilangan cinta duniawi karena Allah sebagai Dzat pemberi ketenteraman Pribadi-pribadi taat ini amat menyadari bahawa cinta hanyalah sebagai sarana mencapai tujuan. Mereka yakin kenikmatan cinta tak ada artinya tanpa ada restu Allah sebagai Pemberi cinta. Maka yang mereka cari adalah ridha dan cinta kasih Allah, bukan cinta yang bersifat sementara.
Kisah Abdullah putera Abu Bakar RA menjadi contoh kematangan pemuda yang mengenal arti cinta. Bayangkan!! Dia memiliki isteri yang amat cantik, berakhlak mulia, berkedudukan tinggi dan berharta. Namun apabila ayahandanya memerintahkan untuk menceraikan isterinya, dengan alasan isterinya telah melalaikan Abdullah dalam menunaikan hak Allah seterusnya akan membuat Abdullah lalai dari berjihad di jalan Allah. Maka apa reaksi Abdullah? Tidak!! Abdullah tidak marah langsung pada ayahnya. Atau berusaha mengambil pedang dan ingin memenggal kepala si ayah yang berusaha memisahkan jalinan cinta yang memang sudah sah itu. Sekali lagi tidak!! Pemuda yang bernama Abdullah melihat perintah itu dengan kacamata cinta yang diberikan Allah. Ia rela menceraikan isteri yang dicintainya demi mempererat hubungan cinta dengan Allah. Subhanallah… Masih adakah pemuda-pemuda seperti peribadi Abdullah di zaman globalisasi kini?
Begitulah cinta. Ia mampu melambungkan manusia pada derajat kemuliaan yang tak terhingga. Manakala frekuensi atau gelombang cintanya juga sudah selaras dengan frekuensi atau gelombang cinta yang Allah kehendaki. Semuanya akan senada seirama. Tak ada dengung sumbang, tak ada nada ternoda. Demikian indah dan asli irama cinta sejati.Wallahu ‘Alam
Assalamualaikum, saya sedih melihat saudara-saudarku yang turun dan terjun langsung di medan dakwah…mereka sangat minim dari ilmu agama yang benar,,,tahu tahu mereka jadi murobbi..berdakwah di depan adek-adeknya tanpa ilmu yang benar.
Menuntut ilmu bagi kalian adalah Wajib,sebelum kalian berdakwah..karena apa yang dihati,perbuatan dan perkataan kalian dipertanggung jawabkan dihadapan ALLah SWT, ingat kisah Imam Darul Hijrah yang hanya menjawab sedikit pertanyyan yang diajukan kepadanya, itu karena rasa takut menyampaikan yang bukan haknya…Semangat boleh dan harus tapi harus pada tempatnya…Kalian ingin menegakkan syariat islam akan tetapi kalian melanggar syariat itu, dimana ilmu kalian…kalian ingin mencegah kemungkaran dengan berdemo,aksi atau yang lain akan tetapi kalian tidak tahu kalian telah berikhtilath..mengganggu jalan…melanggar sabda nabi agar kaum wanita senantiasa di rumah…menyanyikan lagu lagu, mencaci maki penguasa dll…Naudzubillah..kalian berhijablah dengan benar, tidak hanya pada saat syuro tapi di setiap tempat dan waktu…ingat apa yang kalian lakukan di saat diadakan festival Nasyid..apakah kalian berhijab?Mari kembali ke ajaran agama ini yang benar, agar islam ini kembali jaya…. 085692176408
ass…ikhwan n akhwat
gimana ni caranya agar tetap istiqamah.. kok kayaknya susah….banget,kasi solusinya ya!!
dan doakan juga saya tetap terjaga imannya. amin
Allahu Akbar!!!
1. bagaimana hukum bermain nasyid & yang menontonnya?
2. hukum aksi itu sendiri dn akhwat yang ikut aksi?
3. bagaimana murabbi yang hanya memiliki ilmu sedikit tapi berkewajiban untun membina? atau pementor agama islam misalnya yang hanya di pegang oleh kakak senior?
mohon dijawab dengan jelas agar saya keraguan saya dapat terjawab. atau bisa ke email ana di (Rahma_w04@yahoo.co.id) syukron
Tak Usah Nunggu Pinter untuk berdakwah. Tetapi Yang proporsional saja. Kita bisa Sholat, ya kita ajak orang lain untuk sholat. Kita bisa berhijab, ya ajab berhijab. Kita berani mengingatkan penguasa yang jelas tidak maksum, ya… kita ingatkan mereka. Bukankah mengingatkan keteledoran dan mengajak kebaikan adalah sunnah dakwah ?. Demo Haram ? Yang haram itu membiarkan penguasa mendholimi rakyatnya dan tanpa mengingatkan mereka. Ingatlah kita pada kisah Bani Israel yang jadi kera.
Ikhwan - akhwat. Bersatulah dan berdakwahlah.
Kalau Berdakwah nunggu pinter, terus siapa sih yang pinter. Karena yang merasa sudah pinter biasanya adalah yang……………………………………
@aris,
Saya teringat kisah Abdullah bin Abu Bakar yg d ceritakan Ibnu Qoyyim al Jauziyah d buku Taman Orang-orang bercinta (CMIIW). Akhirnya sang ayah iba dengan kisah cinta anaknya yg rela menceraikan istrinya karena ayahnya takut akan kelalaian anaknya kepada Rab-nya. Akhirnya Abu Bakar meminta anaknya Abdullah untuk kembali rujuk dengan istrinya. Abdullah kembali bersama dengan istrinya.
bujuk dah…yang penting mah ikhlas atuh.no coment banyak dah..lah ud banyak internet ama buku tinggal baca aja tuh…
kayaknya jadi dai yg ga keliatan susah yah
salam alikum…
klu sudah berkeluarga,apa dakwah cukup untuk keluarga saja, soalnya banyak waktu yang kita habiskan buat keluarga kan?
please banget solusinya ya…? jazakumullah
asaalamu’alaikum….
salam kenal…
mencermati pembicaraan yang sedang muncul di permukaan mengenai
1. Murobbi yang “kurang” ilmu
2. Akhwat berdemo
3. Konser nasyid dan menontonnya…
kelihatannya cukup menarik untuk dicermati….
sebelum lebih jauh …
ada sebuah kaidah yang harus senantiasa dijunjung tinggi… diterimanya amal karena dua syarat Ikhlash dan mutaba’ah (sebagaimana penjelasan Fudlail bin Iyad ketika menafsirkan Q.S Al Mulk : 2) maka kedua hal tersebut harus senantiasa dipegang teguh..silahkan rujuk kembali sunnah aksi (demo), nasyid…. dsb..untuk berdakwah…atau untuk amar ma’ruf nahyi munkar
atau jika berkenan hub. email….peluru_muharr***@yahoo.co.id
wasssalam
assalamualaikum..
yang terpenting qudhuwah qabla da’wah..
wassalam
Assalamu’alaikum WR WB
wooow…subhanallah!!!keren
keep istiqomah…
keep semangat…
keep tsabat…
keep fashtabiqul khairat…
keep sabar…
“sesungguhnya ALLAH mencintai orang - orang yang berjalan teratur dalam barisanNYA…”
KEPAHLAWANAN ITU ADA PADA…
TAHAN UJI,
KESABARAN,
KESUNGGUHAN,
dan KERJA YANG TAK KENAL LELAH
BARANG SIAPA INGIN MENIKMATI BUAH SEBELUM MATANG DAN INGIN MEMETIK BUNGA SEBELUM MEKAR…LEBIH BAIK BAGINYA MINGGIR DARI DAKWAH INI DAN MENCARI DAKWAH YANG LAIN.
(HASAN AL BANNA)
Assalamu’alaikum…
ehm,af1 jiddan…sekedar mengingatkan untuk yang lain,coz repliesna sudah mulai menjurus,he..he..:-p
ane da artikel ne,insya 4JJI manfaat.
Hudzaifah.org - Keluarnya seorang wanita dari rumahnya memang seringkali bisa menimbulkan fitnah, apalagi bila dilakukan di malam hari. Pada saat fitah itu terjadi, maka sebenarnya amat perlu untuk diperhatikan hukum-hukum terkait dengan keluarnya wanita tanpa mahramnya.
Sebenarnya dalam nash tidak ada batasan boleh keluar siang dan tidak boleh malam, sehingga tidak ada dalil yang menyebutkan tentang batasan kapankah wanita itu boleh keliaran di siang hari dan kapankah keliaran itu diharamkan ketika malam hari. Maka pertanyaan itu memang tidak ada jawabannya secara syarih dari nash Al-Quran maupun As-Sunnah An-Nabawiyah.
Jawabannya memang kembali kepada ‘urf yang berlaku di suatu komunitas. Dan pastilah hal ini bersifat nisbi. Sebab selama tidak ada batasan yang sharih dari nash, pastilah orang-orang akan membuat batasan yang relatif dan subjektif sesuai dengan pandangan masing-masing.
Kalau keluarnya para aktifis dakwah wanita ini di malam hari berkeliaran kesana kesini telah menjadi semacam budaya kampus, maka memang diperlukan proses penyadaran dari para pemegang kebijakan setempat. Sehingga budaya itu bisa secara sistematis disesuaikan dengan tingkat ‘urf yang berlaku secara umum di suatu tempat.
Apalagi bila wilayah kampus masih terbilang wilayah pedesaan, tentunya masih sangat kental memegang budaya bahwa wanita tidak berkeliaran di malam hari. Maka akan menjadi pemandangan yang kontras bila para aktifis dakwah wanita justru berkeliaran di malam hari di suatu lingkungan yang ketat dalam masalah batasan itu.
Para pemegang kebijakan dakwah di wilayah memang perlu memperhatikan masalah ini dan memberikan pengarahan yang tepat kepada para aktifis dakwahnya. Tentu bukan sekedar dituangkan dalam taklimat sekilas, melainkan harus dimasukkan dalam kurikulum pembinaan. Sehingga akan menjadi bagian dari pengajaran yang merasuk dalam setiap perilaku dan gerak gerik kehidupan sehari-hari.
Kebijakan itu bisa dimusyawarahkan dengan para ustadz, pemimpin dan tokoh masyarakat, termasuk para tokoh aktifis dakwah dari kalangan wanita juga. Tujuannya adalah untuk mendapatkan semacam konsensus bersama tentang batasannya. Katakanlah disepakati bahwa terbenamnya matahari adalah batasan para wanita aktifis dakwah ini sudah harus masuk rumah masing-masing, kecuali untuk alasan syar`i yang punya nilai urgensi tersendiri.
Lalu kebijakan ini perlu disosialisasikan secara sistematis dan bertahap. Bisa melalui materi dakwah, pesan khusus, taklimat, pengarahan umum, buku, tulisan dan kajian syariah yang disebarkan secara luas.
Yang penting, pentahapannya perlu dibuat sebaik mungkin agar tidak terkesan menjadi beban. Ini bisa kita tiru dari bagaimana proses pengharaman khamar di masa Rasulullah SAW yang dilakukan secara bertahap. Juga proses pembebasan budak yang tidak meruntuhkan sendi-sendi ekonomi. Sosialisasi yang baik mungkin bisa dimulai dari para seniornya terlebih dahulu, sehingga tatkala kebijakan itu sudah bisa berjalan di tingkat senior, maka para juniornya dengan sendirinya akan mengikuti.
Namun untuk bisa sampai kepada proses itu, perlu perangkat keras dan lunak. Yang paling utama adalah riset dan syuro yang melibatkan sekian banyak elemen dakwah, ahli syariah dan pemuka masyarakat.
Tidak mungkin membuat aturan yang dibakukan dan berlaku secara nasional. Sebab masing-masing komunitas pasti punya zhuruf dan ‘urf yang berbeda. Maka kesertaan pemegang kebijakan di lapangan jauh lebih berperan.
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Afwan, mohon tolong di ralat, ada kesalahan pada artikel di atas yang antum / anti tulis:
Dia beraksi dan berdemonstrasi utk menyuarakan yang haq didepan penguasa yang zholim (HR Bukhori Muslim)…
Hadits ini tidak terdapat di kitab as Shahihain (Bukhari- Muslim) , melainkan ada di kitabnya Jami’ at Tirmidzi (atau yang lebih dikenal dengan nama Sunan at Tirmidzi) karya besar al Imam at Tirmidzi..
Sekali lagi mohon dikoreksi,…
Afwan, Jadakallohu hirshon fi tholabatul ‘ilm ya ikhwani fillah..
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Assalamualaikum Wr Wb

Ikhwan wa akhwat fillah, sesungguhnya kehancuran suatu bangsa bisa karena perempuan begitu pula kejayaan sebuah negara juga bisa karena perempuan, oleh karena itu berhati-hatilah dalam bertindak kepada perempuan.
Rasulullah telah menjelaskan bahwa fitnah yang paling besar adalah dalam hal perempuan.
ass,…
memang dakwah banyak halangan dan rintangan tapi barang siapa selamat sampai tujuan, dan tidak tergiur untuk berhenti diperjalanan dialah sang Pemenang.
untuk itu jangn biarkan virus-virus mengerogoti file-file keimanan kita karena kita akan merugi
Ass wr wb. semoga Allah memberkati kita semua. diskusi yang baik akan menghasilkan keberkahan, tidak saja bagi yang mendiskusikan tetapi juga bagi yang menyimak diskusi tersebut. wass wr wb.
ass.boleh nimrung dikit wa subhanallah diskusinya banyak sekali manfaatnya, ana baru baca semuanya ternyata kita banyak sekali pandangan tentang masalh itu, but, kudu diingat aja lagi bahwa pergaulan akhwat wa ikhawan harus tetep dijaga, n’ kalau akwaht wal ikhwan nya belum simpati dalam dakwah ini qita doain aja moga allah memberikan generasi yang terbaik bagi kita.
kudu dingat aja disurat Muhammad ayat 7.
just remember mau surga nggak?
next……..
kisah klasik yang masih terus membumi dan cukup menghegemoni. ‘Interaksi’lagi-lagi ia menjadi kambing hitam atas semua makar terselubung yang dilakukan oleh ikhwan dan akhwat yang mengatasnamakan ukhuwah. Ikhwah fillah, jika kita memang telah tersalah karena minimnya menjaga hijab akuilah. Itu lebih baik untuk kita dari pada kita menuai fitnah berkepanjangan. Da’wah ini perlu di usung dengan kerjernihan hati, akal dan pikiran kita. Apa jadinya jika da’wah ini terkotori oleh kelalaian-kelalain hati kita. Kapan dien ini akan mencapai kemenangannya??
Sebuah tadzkirah for my self
Inilah aku!!!
dan Kamu????
Siapa kamu???
Hasan Albanna
Luv u coz Alloh
semoga kejayaan islam akan lahir dari susah payah kita bersama ikhwah..! tetap pacu ghirohmu dan istiqomahlah
ikutan yah….!!!
Ada sebuah syair tulisan seseorang
Sesuatu yang terlupa
Biasanya tak berarti apa-apa
Sesuatu yang ingin dilupa
Biasanya sesuatu yang pernah dicinta
Namun yang dicinta tak mau memperdulikannya
Sakit memang sakit hatinya
Dan itulah penyakit yang lebih berat dari baisanya
Ingin dia sembuhkan penyakitnya
Namun, cinta kekasih selalu membayangi
Memang sembuhnya sakit kepala
Ternyata lebih mudah daripada sembuhnya orang yang dimabuk cinta
Kemudian melanjutkan:
Orang yang dimabuk asmara
Bagaikan orang yang terkena panah kaki dan tangannya
Dengan kedalaman yang sungguh mengena
Jika dicabut kan terasa sakitnya
Jika dibiarkan kan terhambat gerak dan langkahnya
Sungguh sakit jika tak dihiraukan oleh yang dicinta
Bagaimana jika tak dihiraukan oleh sang pencipta????
Tatkala semua makhluk membutuhkannya
Tak ada cinta yang benar-benar membuat sehat hati manusia
Kecuali cinta karena ALLAH dan RASULNYA
Setiap orang menginginkannya
Namun sayang enggan meniti jalan-Nya
subhanallah, artikelnya bagus. ana boleh nyebarin kan?
jujur ana jg ga suka ama vmj krn virus ini bahaya. kalo di simpen dlm hati ga mslh tp klo terekspos bahaya jg.
smg dgn ana nyebarin artikel ini dapat bw manfaat yg besar untuk diri ana dlm membatasi pergaulan dgn ikhwan. ana sempet takut juga coz ana baru msk kulia n ana byk liat ikhtilat atau kecairan hub ikhwan akhwat.
Assalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wabarokaatuh
syukran atas nasihatnya
Assalamuala’ikum…
Subhanallah…
Syukron ya dah mengingatkan.
Dakwah memang membutuhkan orang2 yang tangguh dan bersungguh - sungguh.
Keep istiqomah…
Keep Ukhuwah…
Salam kenal
subhanallah…..
sungguh bisa dijadikan refleksi bg kita smua, trutama bagi yg sudah terjangkiti virus2 yang mengotori dakwah..
bg yang sudah kena sgr obati dan yang belum kena hati2 dan jgn sampai
1 kata.. SUBhaNaLLah…
keren sekaliii…
sip
=d>
yup…correct!!! VMJ…No way
subhanalloh, potongan artikel yang bagus.
Widi membaca beberapa kali mencoba memahami dan merasakannya.
tapi, afwan saya masih belum memahaminya secara keseluruhan.
saya bertahun-tahun selalu menggunakan logika dalam membuat pilihan, maupun tindakan. jadi, kurang begitu mengerti soal hubungan ikhwan dan akhwat. hanya ada makhluk Alloh di depan mata saya.
tapi, alhamdulillah saya diselamat kan islam. Terasa sangat lama saya dalam kebingungan dan kebimbangan.
ternyata, banyak sekali hal-hal yang tidak bisa dilihat, dan dipertimbangkan logika. saya mulai mengasah otak kanan saya mulai dari gerakan, sampai pertimbangan.
Sungguh lelah. itu yang saya rasakan. tapi, sungguh saya terus menerus haus akan memahami dunia ini. dan merasakan dunia ini.
saya mohon do’anya :
meningkat keimanan dan pengetahuan, meningkat keislaman saya dan keluarga saya.
itu saja minimal
jazakalloh khoiron katsiron
assalamualaikum,
ana senang baca artikel ini.
ana punya blog,
bolehkah ana kutip artikel ini di blog ana?
syukran,
wassalam
Ehm..kalo jatuh cinta mah ya cepetan aja nikah