Featured Posts

Wara-wiri: Xochimilco, Mexico City Edisi wara-wiri kali ini kita akan jalan-jalan ke sebuah tempat rekreasi di Mexico. Namanya Xochimilco. Xochimilco adalah sebuah kanal yang dibangun pada zaman suku Aztec ratusan tahun yang lalu. Pada...

Read more

Wara-wiri: Piramida Teotihuacan, Mexico Blog ini sudah jarang di update ya... :hehe: Untuk ke depan, mungkin lebih baik jika ditambah seri jalan-jalan. Jadi kalau ada waktu dan kesempatan, wara-wiri selama ini dan wara-wiri sebelum-sebelumnya...

Read more

Main game: Assassins Creed Revelations Bisa dibilang game Assassins Creed Revelations ini adalah game saya yang paling favorit. Selain game ini, ada game lain yang ber-genre mirip, yaitu Overlord II yang juga favorit saya. Awal saya main...

Read more

Sedikit tentang kebiasaan Jalan Kaki Saya terbiasa dengan jalan kaki dengan jarak tempuh yang cukup jauh. Tetapi sejak meninggalkan bangku kuliah, aktifitas ini sudah sangat jarang dilakukan. Terutama sejak bekerja, karena ada beberapa hal...

Read more

Browsing terenkripsi & terkompresi dengan SSH dan squid... Di berbagai kantor/perusahaan, sudah menjadi kebijakan perusahaan untuk memblokir akses internet pada alamat-alamat website yang tidak sesuai dengan kebijakan kantor. Ini memang sudah lazim dan tentunya...

Read more

  • Prev
  • Next

Di Jalan Dakwah Aku Menikah

95

Category : Tentang Pernikahan

Atribut yang diberikan Islam kepada kita, salah satunya adalah dai ilallah. Kita dituntut untuk merealisasikan dakwah dalam seluruh waktu kehidupan kita. Setiap langkah kita sesungguhnya adalah dakwah kepada Allah, sebab dengan itulah Islam terkabarkan kepada masyarakat. Bukankah dakwah bermakna mengajak manusia merealisasikan ajaran-ajaran Allah dalam kehidupan keseharian? Sudah selayaknya kita sebagai pelaku yang menunaikan pertama kali, sebelum mengajak kepada yang lainnya.

Pernikahan akan bersifat dakwah apabila dilaksanakan sesuai dengan tuntunan Islam di satu sisi, dan menimbang berbagai kemaslahatan dakwah dalam setiap langkahnya, pada sisi yang lain. Dalam memilih jodoh, dipilihkan pasangan hidup yang bernilai optimal bagi dakwah. Dalam menentukan siapa calon jodoh tersebut, dipertimbangkan pula kemaslahatan secara lebih luas. selain kriteria umum sebagaimana tuntunan fikih Islam, pertimbangan lainnya adalah : apakah pemilihan jodoh ini memiliki implikasi kemaslahatan yang optimal bagi dakwah, ataukah sekedar mendapatkan kemaslahatan bagi dirinya? mari saya beri contoh berikut. diantara sekian banyak wanita muslimah yang telah memasuki usia siap menikah, mereka berbeda-beda jumlah bilangan usianya yang oleh karena itu berbeda pula tingkat kemendesakan untuk menikah. Beberapa orang bahkan sudah mencapai usia 35 tahun, sebagian yang lain antara 30 hingga 35 tahun, sebagian berusia 25 hingga 30, dan yang lainnya di bawah usia 25 tahun. Mereka semua ini siap menikah, siap menjalankan fungsinya dan peran sebagai isteri dan ibu di rumah tangga.


Anda adalah laki-laki muslim yang telah berniat melaksanakan pernikahan. Usia anda 25 tahun. Anda dihadapkan pada realitas bahwa wanita muslimah yang sesuai kriteria fikih Islam untuk anda nikahi ada sekian banyak jumlahnya. Maka siapakah yang lebih anda pilih, dan dengan pertimbangan apa anda memilih dia sebagai calon isteri anda?

Ternyata anda memilih si A, karena ia memiliki kriteria kebaikan agama, cantik, menarik, Pandai, dan usia masih muda, 20 tahun atau bahkan kurang dari itu. Apakah pilihan anda itu salah? Demi Allah, pilihan anda ini tidak salah! anda telah memilih calon isteri dengan benar karena berdasarkan kriteria kebaikan agama, dan memenuhi sunnah kenabian. Bukankah Rasulullah bertanya kepada Jabir ra :

“Mengapa tidak menikah dengan seorang gadis yang bisa engkau cumbu dan bisa mencumbuimu” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Dan inilah jawaban dakwah seorang Jabir ra,

“Wahai Rasulullah, saya memiliki saudara-saudara perempuan yang berjiwa keras, saya tidak mau membawa yang keras juga kepada mereka. janda ini saya harapkan mampu menyelesaikan permasalahan tersebut.” kata Jabir “benar katamu” jawab Nabi saw.

Jabir tidak hanya berfikir untuk kesenangan dirinya sendiri. Ia bisa memilih seorang gadis perawan yang cantik dan muda belia. Namun ia memiliki kepekaan dakwah yang amat tinggi. kemaslahatan menikahi janda tersebut lebih tinggi dalam pandangan Jabir, dibandingkan dengan menikahi gadis perawan.

Nah, apabila semua laki-laki muslim berpikiran dan menentukan calon isterinya harus memiliki kecantikan ideal, berkulit putih, usia 5 tahun lebih muda dari dirinya, maka siapakah yang akan datang melamar para wanita muslimah yang usianya diatas 25 tahun, atau usia diatas 30 tahun atau bahkan diatas usia 35 tahun ?

Siapakah yang akan datang melamar para wanita muslimah yang dari segi fisik tidak cukup alasan untuk dikatakan sebagai cantik menurut ukuran umum? mereka, wanita tadi adalah para muslimah yang melaksanakan ketaatan, mereka adalah wanita shalihah, menjaga kehormatan diri, bahkan mereka aktif terlibat dalam kegiatan dakwah dan sosial. Menurut anda, siapakah yang harus menikahi mereka?

Ah, mengapa pertanyaannya “harus” ? Dan mengapa pertanyaan ini hanya dibebankan kepada seseorang ? kita bisa saja mengabaikan dan melupakan realitas ini. Jodoh ditangan Allah, kita tidak memiliki hak menentukan segala sesuatu, biarlah Allah memberikan keputusan agungNya. Bukan, bukan dalam konteks itu saya berbicara. Kita memang bisa melupakan mereka, dan tidak peduli dengan orang lain, tapi bukankah Islam tidak menghendaki kita berperilaku demikian?

Kendatipun nabi saw menganjurkan Jabir agar beristeri gadis, kita juga mengetahui bahwa hampir seluruh isteri Rasulullah adalah janda.

Kendatipun nabi saw. menyatakan agar Jabir beristeri gadis, pada kenytaannya Jabir telah menikahi janda.

Demikian pula permintaan mahar Ummu Sulaim terhadap laki-laki yang datang melamarnya, Abu Thalhah. Mahar keislaman Abu Thalhah menyebabkan Ummu Sulaim menerima pinangannya. Inilah pilihan dakwah. Inilah pernikahan barakah, membawa maslahat bagi dakwah.

Sebagaimana pula pikiran yang terbersit di benak Sa’ad bin Rabi saat ia menerima saudaranya seiman, Abdurahman bin Auf. “Saya memiliki dua isteri sedangkan engkau tidak memiliki isteri. Pilihlah seorang diantara mereka yang engkau suka, sebutkan mana yang engkau pilih, akan saya ceraikan dia untuk engkau nikahi. Kalau iddahnya sudah selesai maka nikahilah dia” (riwayat Bukhari)

Ia tidak memiliki maksud apapun kecuali memikirkan kondisi saudaranya seiman yang belum memiliki istri. Keinginan berbuat baiknya itulah yang sampai memunculkan ide aneh tersebut. Akan tetapi sebagaimana kita ketahui, Abdurrahman bin Auf menolak tawaran itu, dan ia sebagai orang baru di Madinah hanya ingin ditunjukkan jalan ke pasar.

Ini hanya satu contoh saja, bahwa dalam konteks pernikahan, hendaknya dikaitkan dengan proyek besar dakwah Islam. Jika kecantikan gadis harapan anda bernilai 100 poin, tidakkah anda bersedia menurunkan 20 atau 30 poin untuk bisa mendapatkan kebaikan dari segi yang lain? ketika pilihan itu membawa maslahat bagi dakwah, mengapa tidak ditempuh? Jika gadis harapan anda berusia 20 tahun, tidakkan anda bersedia sedikit memberikan toleransi dengan masalahat kepada wanita yang lebih mendesak untuk segera menikah disebabkan desakan usia? Jika anda adalah wanita muda usia, dan ditanya ? dalam konteks pernikahan ? oleh seorang lelaki yang sesuai kriteria harapan anda, mampukah anda mengatakan kepada dia, “saya memang telah siap menikah, akan tetapi si B sahabat saya, lebih mendesak untuk segera menikah”.

Atau kita telah sepakat untuk tidak mau melihat realitas itu, karena bukanlah tanggung jawab kita ? Ini urusan masing-masing. Keberuntungan dan keidakberuntungan adalah soal takdir yang tidak berada di tangan kita. Masya Allah, seribu dalil bisa kita gunakan untuk mengabsahkan pikiran individualistik kita. Akan tetapi hendaknya kita ingat pesan kenabian berikut:

“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam cinta, kasih sayang dan kelembutan hati mereka adalah seperti satu tubuh. Apabila satu anggota tubuh menderita sakit, terasakanlah sakit tersebut di seluruh tubuh hingga tidak bisa tidur dan panas” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Bisa jadi kebahagiaan pernikahan kita telah menyakitkan dan mengiris-ngiris hati beberapa orang lain. Setiap saat mereka mendapatkan undangan pernikahan, harus membaca, dan menghadiri dengan perasaan yang sedih, karena jodoh tak kunjung datang, sementara usia terus bertambah, dan kepercayaan diri semakin berkurang.

Disinilah perlunya kita berfikir tentang kemaslahatan dakwah dalam proses pernikahan muslim.

Sumber : Buku “Di Jalan Dakwah Aku Menikah“.
Oleh : Cahyadi Takariawan.

Comments (95)

menikah oh menikah….. :lol: :lol:

so complicated!bingung nih…. :(

@siti hajar,
complicated y..? bingungnya dimana… :D

Nikah.. Menikah.. kapan ya??? :dream:

Mencari Wanita Muslimah untuk membangun Keluarga yang Sakinah itu susah

@Wahyu,
Jangan pernah menyerah y, terus berusaha dan tetap semangat. Semoga di akhir pencarian nanti akh wakyu menemukan pendamping wanita sholihah yang menyejukkan hati… :) Tetap terus berdoa dan berusaha, karena hanya Allah yang mengetahui yang terbaik untuk kita.

jadi pengen :hehe:

kapan ya ketemu my final destination yang bisa membawaku ke surga firdaus :-((

:smile: ___mudah2an dapatkan keridhaan NYA. jika dah dapat ridha NYA apapun yang di dapat insha ALLOH akan membahagiakan. Betul kan..??

Iya, ukh maswiy betul. :smile:

Subkhanallah menikah, ana kapan ya? :hehe: moga Allah segera mempertemukan ana dengan ikhwan yang terbaik untuk ana. amin. :smile:

subhanallah…….
maaf saya mau tanya, apakah sebelum menikah kita harus tau banyak tentang sifat & perilaku calon suami kita itu? atau menikah dulu baru boleh tau?
terima kasih ya……!

di jalan dakwah pula sang istri akan menemani…..
Insya 4JJI
:smile:

:wink: masih bingung kali ya.. seandainya agama tidak menyuruh menikah maka saya pilih tidak menikah, betul ga sih gue?

assalamualaikum all dhu’at di jalan Allah akau mengenal kalian…
syukran akhi…kita memang harus berfikir jernih..dan membuang jauh0jauh rasa egoisme dalam memilih calon pasangan kita..”kebahagiaan pernikahan kita telah menyakitkan dan mengiris-ngiris hati beberapa orang lain. Setiap saat mereka mendapatkan undangan pernikahan, harus membaca, dan menghadiri dengan perasaan yang sedih, karena jodoh tak kunjung datang, sementara usia terus bertambah, dan kepercayaan diri semakin berkurang.” banyaknya saudari kita kahwat yang mengalami hal ni…marilah saudaraku ikhwan…menikahlah karena-Nya…jamaah ini berjalan untuk satu bingkai ukhuwah yang saling menopang…menikah tidak harus dengan akhawat yang lebih mudah dari kita…coba fikirkan saudaraku ikhwan yang belum walimah…(ana, mohon doa dari teman-teman sekalian, moga dekat-dekat ini, Allah segera mengutus pendamping yang akan bersamaku berjuang dijalanNya)…masih banyak akhawat yang perlu seorang pendamping yang kini usia mereka semakin bertambah dan bertambah ,,,sementara lamaran tak kunjung datang..walau ikhtiaR SEMAKIN TINGGI…ALLAH JUALAH PENENTUNYA…ana hanya ingin kita (ikhwan) membuang jauh egoisme kita dalam memilih pendamping…coba antum wa antumna banyak baik-baik artikel diatas…semakin bertambahlah rasa ibah itu…keep hamazah saudara-saudaraiku..
Ikhwah
makassar

Seorang ikhwah pernah berkata kepada ana sambil sedikit guyon…
“Sebagaimanapun antum rajin ibadah tetap gak akan ngalahin pahala ana akh!”
“Lho??” ana bingung…
“Iya! Lha wong antum BELUM NIKAH….
JAdi walau bagaimanapun diin antum baru setengah…
sedangkan ane udah full…he..he..”

‘Afwan…
Hanya mengingatkan antum terutama diri ana sendiri…

Satu lagi…
Masing-masing kita pasti punya alasan ketika memutuskan untuk menikah ataupun menunda untuk menikah…
Sekedar berbagi…
Salah satu yang membuat ana ingin menyegerakan menikah hanya keinginan untuk membuktikan:
KALAU MEREKA YANG MELAKUKAN HAL_HAL YANG HARAM SAJA BERANI MENUNJUKKANNYA DI DUNIA INI, MAKA KITA YANG BERNIAT UNTUK MELAKSANAKAN HAL YANG HALAL SEHARUSNYA LEBIH BERANI LAGI…ALLAHU AKBAR.

Wassalaam
Keep ukhuwah ikhwah fillah!

kapan nikah? Kapan-kapan
( seperti yang sering tertulis di ******* mobil box )
:hehe: :hehe: :hehe:

yang penting niat, terus berusaha, dan tidak lupa berdoa
pokoknya selama hayat masih dikandung badan cari terus
[peace]
semangat

:smile:
Setuju.

assalamualaikum
Tuk ibal semoga mendapatkan pendamping hidup yang sholehah

percaya lah……….. kalo mang jodoh gak bakal kemana. yg penting diri kita dulu di benerin ^:)^

assalamu’alaikum
cara m’cari jodoh yg baik adl dgn cara m’p'sholih diri kita. Sbgmn firman Alloh dlm QS An Nur:26, yakinlah bila qt sholih, mk Alloh akan memilihkan jodoh yg sholih pula utk qt.

Utk yg blm nikah, nikmatilah masa kejombloan antum dgn banyak2 m’ikuti kajian. Dari cerita2 ikhwah yg udah nikah, katanya sih, Ntar kalo udah nikah (t’utm yg akhwat) upaya utk tholabul ilmi juga agak t’hambat. Yg penting jgn coba2 upaya yg g syar’i utk cari jodoh (ex: pacaran, sms-an antar lawan jenis, etc). Biasanya klo sering2 ikut kajian, p’gaulan antum akan semakin luas&akan semakin banyak kemungkinan perantara utk ta’aruf.

Sesungguhnya jalan dakwah tidaklah mudah dan disana diperlukan mujahid dan mujahidah sejati yang hari-harinya diisi dengan aktivitas surgawi. Jadi menikah pun harus dilakukan dengan cara yang telah dicontohkan oleh para nabi, karena menikah bagi aktivis dakwah bukanlah sekedar menyatukan dua hati, tapi pernikahan adalah sebuah sinergi dakwah yang akan semakin memperkokoh barisan umat manusia yang menyeru pada Rab Semesta Alam

:Sesungguhnya jalan dakwah tidaklah mudah dan disana diperlukan mujahid dan mujahidah sejati yang hari-harinya diisi dengan aktivitas surgawi. Jadi menikah pun harus dilakukan dengan cara yang telah dicontohkan oleh para nabi, karena menikah bagi aktivis dakwah bukanlah sekedar menyatukan dua hati, tapi pernikahan adalah sebuah sinergi dakwah yang akan semakin memperkokoh barisan umat manusia yang menyeru pada Rab Semesta Alam

:smile: nikmati hidup bahagia dngn menikah

hidup islam

Menikah bukan segala-galanya, tapi …. :smile:

:cool: iya dengan menikah sempurnalah ibadah kita, tapi dalam menuju ke arah pernikahan kita harus sabar karena Allah maha mengetahui yang terbaik untuk umatNYA. di usia menjelang 30 saya juga belum menikah. jangan berhenti terus berdoa mohonlah yang terbaik untuk kita pada sang maha pemurah lagi maha penyayang

Ikhwah…. Sungguh, Islam terlalu indah untuk tidak diperjuangkan. So, berjuang dan berjuang untuk tegaknya cahaya Islam. Allahu Akbar….

:wink: katanya menikah bisa bikin kita kay……………………hmmm………

mendengar kata menikah ataupun membacanya bisa membuat saya menangis nasib baik tak kunjung menghampiri saya, saya pernah menikah berjuta mimpi saya tautkan dalam pernikahan itu berharap keluarga samara dan mimpi-mimpi indah tentang sebuah pernikahan

tetapi ternyata pernikahan itu tidak bertahan lama lama karena beliau menipu saya ternyata saya adalah istri kedua

kini setelah sekian lama saya sendiri saya selalu berharap ada yang melengkapi sayap saya untuk terbang bersama di jalan Allah
doa yang saya lantunkan tiap malam
Allahuma inni as aluka jauzun shalihun, kamilun, jamilun, ghaniyyun birahmatika ya arhama rahimin

Alhamdulillah doa saya terkabul tapi ternyata doa saya ada yang terlewat
dan ada yang kurang saya lupa bahwa ikhwan itu mempunyai keluarga yang ternyata menolak saya dan menghina saya karena status saya
hinaan yang teramat berat buat saya

karena kealpaan saya berdoa kali ini membuat saya harus mengulang dan menambahkan doa saya yang baru
selain pendamping yang sholeh mungkin saya harus menambahkan mertua yang sholeh juga yaa

keep looking for the best

:smile: tetap semangat mencari, cari carilah…..

Fikrah seorang aktifis dakwah memang mahal…dan selayaknyalah mendapat pendamping aktifis dakwah pula…

Takkan lari gunung dikejar, kalau memang jodoh takkan kemana:hehe:. Menikah adalah hal yang sangat didambakan semua orang, karena ia merupakan bentuk penyempurnaan dari 1/2 dien kita. Namun dalam pencarian jodoh kita sering menghadapi halangan dan kendala baik itu dari orang tua, kerabat, dan saudara-saudara kita. warning!!! jangan karena sudah kebelet, main tancap aja ya :smile: . “terkadang kita harus mengorbankan apa-apa yang kita cintai untuk orang-orang yang sangat mencintai dan peduli kepada kita”. Allah pasti lebih tau mana yang terbaik buat hambanya. kita hanya menjalankan episode demi episode, yang penting berusaha dan berdoa selalu. keep istiqomah always.

yap!!!!
sepakat dengan fadhilah…
setiap episode pasti ada akhir..
dan akhir yang bagaimana itu tergantung proses dan usaha kita dalam menjalankan episode demi episode…

iya neh kykx emank jodohku dah datang mo gak mo ya harus siap he..he..mudah2an aja g salah pilih Bismillah…. mudah2an jalan ini adalah yang terbaik untuk ana. ***** … insya Allah ana siap untuk menjalani episode yang satu itu yupz… SEMANGAT NITA CAYO!!

[-x
Pernikahan adalah sesuatu yang sangat sakral karena pernikahan itu tidak hanya perjanjian antara dua insan yang mencinta tetapi juga perjanjian dengan ALLAH SWT. mengayuh biduk pernikahan itu tidaklah mudah tetapi apabila dijalankan penuh dengan ketulusan hati karena Allah SWT pernikahan itu akan menjadi sangat indah karena segala kesulitan menjadi kemudahan apabila dikerjakan berdua saling mengisi satu sama lain mencintai pasangan kita tidak hanya kelebihannya saja tapi kita juga mencintai kekurangannya alangkah bahagianya hidup bersama orang yang kita cintai.. senyum suami adalah senyum istri sedih suami adalah tangis istri begitu juga sebaliknya..smua menyatu menjadi satu didalam pernikahan mencintai suami melebihi cintanya pada dirinya sendiri cinta itu tidak akan pernah berakhir walaupun sampai ajal memisahkan kebahagiaan itu ada didalam pernikahan kebahagiaan dunia dan akhirat :flower:

Note by iqbalir.com:
Ternyata komentar ini copy paste dari blog istri saya http://vie.iqbalir.com.

:cool: emang udah mampu?????

DOAIN YA… AGAR AKU SEGERA MENIKAH :love: NIKAH ITU KAN IBADAH

:hehe: :hehe: :hehe: :hehe: Semangat terus untuk tetap mencari pasangan yang dirindohi oleh Allah

Walaupun kita sudah siap tetapi jika diatas belum berkehendak, gak akan terlaksana juga, yah semua mungkin emang sudah diatur dan ada waktunya, skrg tinggal menjalani tantangan yang ada di depan mata yaitu sabar hingga waktunya tiba

ya Allah dekatkan jodoh ku.

Keindahan dan ketenangan akan di dapat klw bner2 ikhlas

:cool:
sempurnakanlah agamamu dengan menikah…karena menikah adalh separuh dari agama.
menikah karena agama akan lebih selamat bwt ukhti dan akhi.
mari, kt sama2 perbanyak ilmu tentang pernikahan dan kemaslahatan berumah tangga,ga gampang lo, tapi jg ga sulit kok.sapa tahu besok Allah mempertemukan kt dgn jodoh kt..so lgsg aj jangan di tunda2..ane msh muda,tp mental uda siap.tggl nunggu waktu yg tepat aja.doain ya…

:smile: ass, bukannya masalh ngebet tapi mungkin klo melihat umur semakin hari smkin bertambah, apa lgi temen2 dh pada nikah. ada rasa iri sih… doain mga wktu dtngnya jdohku segera tiba, sekarang dh ada tapi aku ga tau apa dia beneran jodohku. sedangkan di pikiranku ini tidak hanya da satu pria hingga membuat aku bingung sendiri. *******

Note by iqbalir.com:
Komentar di edit sebagian agar dapat dimengerti pembaca lainnya.

poligami dong! makanya ukhti2 yg dah menikah itu pengertian dong sama saudarinya yang lebih tua dan belum menikah. dorong suami untuk menikahi saudari2nya yang jauh lebih berumur. dorong suami untuk membawa kelengkapan kehidupan dan agama ini kepada saudari2nya. kalo perlu, lamarkanlah saudari ukhti untuk suami.

Ya Allah permudahkanlh ana dalam urursan. krena na ingin sekali menyegarakanny. kapan….Y lama bgt nih MR ana hehe

Menikah adalah ibadah. kalau dijalani dengan ikhlas akan bernilai ibadah.SETUJU…?!”

Ya Allah, jagalah kesucian diri ini dari hal2 yg kan menodai…hingga tiba saat dimana kau halalkan hamba-Mu atasku.

Ya Allah, permudahlah segala urusan hamba, termasuk keinginan hamba tuk menjalankan 1/2 dien yg belum tertunai.

Sungguh indah Allah, ketika masa itu tiba…….

MR………….BURUAAAANNNNNNNNNNNN……….. :hehe:

aslmwlkum,

yups….menikah adalah sesuatu hal yang unik…bnyak yg pny keinginan kuat utk melakukannya…tapi ketika udh disodoriin…langsung berfikir dua puluh kali lipat…yah buat yg masih kuliah ekonomi adalah salah satu faktor utamanya…

seseorang prnh berkata:
“telur ini waktu bujangan namanya telur …waktu sudah menikah kemudian dibagi dua…namany juga msh telur kan??? satu bisa kamu bagi kepada istrimu satu lagi bisa kamu makan”

soo…jangan khwtr2 bgt deh soal ekonomi…

jadi berjuank yah…
semangat :smile:

Assalaamu’alaikum Wr.Wb …

Nikah ya…. :smile:
mmmmm……………………………. :cool: :hehe: :smile:

Wa’alaykumussalam

Iya…
ada rumus bagi yang belum nikah sama seperti saya :smile:
Sabar (Do’a,Ikhtiar) + Perbaiki diri (pemikiran, psikologis, fisik, financial) = NIKAH …

catatan,
Segala sesuatunya sudah ditentukan waktunya…..
jangan ragu, jangan bimbang, jangan sedih……
insyaaalloh Alloh bersama mereka yang selalu bersabar dan giat memperbaiki diri…..
keep smile :hehe:

Post a comment

Smilies

:smile: :mrgreen: :razz: :eek: :???: :wink: :cool: