Laut Biru


Bagaimana jika air laut tidak sebiru seperti yang kita bayangkan ?

***

Faris melangkahkan kakinya diatas pasir putih tepi pantai yang lembut. Butir-butir pasir bertebaran dihembus angin sesaat setelah Faris melangkahkan kakinya. Ia berhenti sejenak untuk memandang sekelilingnya. Hamparan pasir putih disapu oleh buih-buih ombak, pohon kelapa yang tegak berdiri condong ke laut, dedaunannya bergerak mengikuti angin yang membawanya, karang besar yang berdiri tegar ditengah sapuan ombak yang mulai keras menerpa, burung-burung camar yang beterbangan menambah keindahan pantai disekelilingnya.

Ia menyeka keringat yang mulai membasahi kening dan menetes pada dahinya. Sapu tangan yang selama ini menemani perjalanan tetap setia menyerap butir demi butir keringat yang keluar di atas kulit sawo matangnya. Ia kemudian mencari tempat teduh untuk beristirahat sejenak dan akhirnya menemukan sebuah pohon kelapa yang teduh memberikan naungan dari teriknya matahari. Berteduh sambil menyandarkan diri pada batang pohon kelapa membuatnya nyaman dan dapat menghilangkan sedikit keletihannya.

Matanya memandang jauh ketengah air laut yang terhampar membiru. Laut biru… sebiru langit dengan awan tipisnya menambah keindahannya. Betapa bahagianya Ia akhirnya sampai pada pertemuan dengan laut biru yang selama ini diimpikannya. Jauh sudah perjalanan telah ditempuhnya untuk sampai pada tempat yang saat ini didepan matanya. Alangkah bahagianya ia bagaikan mimpi yang menjadi kenyataan.

Keinginannya untuk berjumpa dengan laut biru bermula ketika ia melihat laut biru dari gunung tinggi tempat dimana Ia tinggal. Walau kelihatannya dekat didepan mata, tetapi tidak seperti itu sebenarnya. Ia kelihatan dekat karena Faris melihatnya dari puncak gunung tinggi tempat kelahirannya. Sudah menjadi cita-cita untuk bertemu dengan laut biru. “Suatu saat aku akan menemuinya dan melihat sebiru apa air laut itu.” tekadnya dalam hati. Akhirnya setelah perbekalannya cukup, Faris memutuskan untuk pergi dari gunung yang selama ini menemaninya. Pergi untuk menemui dan melihat apa yang selama ini menjadi impiannya. Banyak halangan, suka dan duka selama perjalanannya, turun dan naik lembah dan perbukitan, keluar masuk hutan, singgah sesaat melewati perkampungan yang dilaluinya. Ditemani oleh terik matahari dan derasnya air hujan, dinginnya malam menusuk tulang, makanan pun sulit ditemukan selama perjalanan.

Akhirnya semua perjuangannya terbayar sudah, didepan matanya sudah nampak laut biru yang selama ini diimpikannya. Segala pengorbanan dan perjuangannya tidak seberapa dibandingkan dengan kebahagiaan dalam hatinya saat ini. Ia mengambil bekal air minum untuk menghilangkan dahaga selama perjalanan. Keletihannya hilang sudah, kini saatnya untuk melanjutkan impiannya menemui laut biru dan melihat birunya air laut. Ia beranjak dari duduknya, dengan penuh keyakinan Ia melangkah menemui laut biru. Kakinya terasa dingin ketika disapu oleh ombak yang menerpanya, agak ketengah lagi pikirnya. Ia pun pergi agak ketengah sampai permukaan air laut berada dipinggangnya. “Akhirnya aku menemuimu laut biru, setelah sekian lama menanti. Akhirnya aku merasakannya, menyentuhmu, dan melihat birunya airmu.” Faris menyatukan kedua tangannya untuk mengambil sebagian air laut untuk melihat warnanya. Kedua tangannya mengangkat air laut dengan hati-hati dan memperhatikan dengan seksama. Kepalanyapun ikut menunduk untuk lebih meyakinkannya. Batapa terkejutnya ia ketika melihat air laut yang ditangannya tidak biru seperti warna air laut yang menghapar luas didepannya. Berkali-kali ia mecoba mengambil air laut untuk meyakinkannya tetapi hasilnya tetap sama. Air laut tidak sebiru seperti yang Ia bayangkan. Pindah dari tempat ia berdiripun air laut tidak berubah. Sama seperti sebelumnya, air laut tidak seperti yang Ia harapkan.

Badan bergetar lemas, kedua kakinya seperti tidak sanggup menopang beban tubuhnya. Rasa sedih dan kecewa yang sangat berat mendera dalam hatinya. Kebahagiaan yang tadi sempat menyeruak dalam dada seperti hilang disapu oleh ombak kesedihan, apa yang ia harapkan jauh dari kenyataan. Langkah kaki gontai kembali menuju bibir pantai. Berbaring rebah dalam deburan ombak pinggir pantai, memandang langit biru dengan awan tipisnya. Dalam kepalanya timbul berbagai pertanyaan. Benaknya mulai mencoba mencari jawaban. Mengapa hal ini terjadi…??

***

Tahun berganti tanpa disadari, Faris kembali pada gunung sepinya. Jawaban telah ditemukannya. Laut berwarna biru dan menjadikannya indah adalah karena pantulan dari langit yang berada diatasnya. Meski tidak berwarna biru, namun pantulan cahaya langitlah yang membuatnya membiru indah dipandang mata. Jadilah seperti birunya air laut yang mendapatkan cahayanya dari langit sehingga menjadi indah, meski diri ini tidak seindah laut berwarna biru tetapi dapat menerima keindahan lain yang diberikan-Nya. Jadilah seperti laut sebagai muara dari berbagai sungai, sebagai muara untuk menampung berbagai derai air mata. Jadikanlah luasnya laut seperti luasnya hati sekalipun harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Semakin luas hati semakin banyak menampung segala rasa, kebahagiaan, kesedihan dan kegundahan sehingga siap untuk menerima berbagai perasaan yang nantinya timbul dalam hati. Berbesarhatilah

(Jakarta, Desember 2005)
Meski berat dalam hati, kenapa masih tetap berharap air laut tetap berwarna biru…??
Kebesaran hati memanglah tidak mudah, dibutuhkan kerja jiwa yang sangat besar untuk dapat menerimanya.
Hanya 4JJ1 yang tahu kenapa menciptakannya seperti itu.


11 Responses to “Laut Biru”  

  1. Gravatar Icon 1 ayyesh

    Aa Gym pernah bilang, berharap pada makhluk, harus siap kecewa.
    Laut itu makhluk Allah kan?
    kita harus siap kecewa jika tidak melihat kenyataan tidak seindah harapan

  2. Gravatar Icon 2 iqbal_ir

    iyaa ukh…

    Hanya pada 4JJ1-lah t4 menggantungkan harapan… Segala sesuatunya mmg harus dikembalikan kepada-Nya…
    Semoga kita menjadi orang2 yang selalu berserah diri.

  3. Gravatar Icon 3 ratna

    Siapa yang bilang air laut tidak biru ???
    yang bener tuch air laut tidak tawar tapi asiiin (hehehe.. becanda akhi)

    Ternyata kita temukan bahwa Seluruh alam semesta adalah tempat perumpamaan yang indah untuk dijadikan tulisan. Semoga Istiqomah dalam berkarya …

  4. Gravatar Icon 4 julianto(20311486)

    yah…..!

    laut itu teduh
    laut itu indah
    laut itu membangkitkan suatu energi
    yang dapat memberikan ketenangan bagi jiwa (siiiieeee….. sok puitis yach!)

    Tapi bener lho!
    Coba za
    klo2 U mrasa stress or depresi
    coba za pergi kelaut,
    smua rasa itu pasti khan berubah jadi semangat untuk bangkit.

  5. Gravatar Icon 5 MAIKEL

    mengapa ada rasa tdk di lakukan dengan perbuatan mengapa masih ingin bermimpi?????????

  6. Gravatar Icon 6 rahmat

    Jangan berpikir nikmat yang telah berlimpah dihadapan kita seakan-akan tidak ada.
    Kita manusia disuruh bersyukur oleh sang pencipta.OK

    Mari sama-sama berkipir bagaimana laut yang biru tetap biru.

    Salam

  7. Gravatar Icon 7 dWi

    di QS.Ar Rahman
    ada satu ayat “Nikmat Tuhan yang manakah yang kamu
    dustakan?”
    kita sbg manusia hendaknya bersyukur dgn smua itu,,,,apalagi dgn smua keindahan alam ini,,hny Dia yg Maha Mengetahui
    hmhm,,,,berat bgt niy komenq,,hehe,,
    salam kenal de

  8. Gravatar Icon 8 Nidoran

    madsud klen oh y salam knl w ellen 13 thn skrng kta bicarain tentang laut biru ini fiuh skrng memang banyak laut yg agak sedikit pucat tetapi ! ini tidak mungkinkalau kita msk ke air n akan sangat dingin munkin y

    salam knl yachhhhhhh

  9. Gravatar Icon 9 Thania

    perasaan tenang dan menghanyutkan ketika melihat laut biru dan indah menyentuhku. aku juga gak ingat kapan pertama kali itu terjadi. setiap masalah dan keraguan selalu dapat teratasi ketika berada di sana. pasir yang putih lembut ketika kaki menginjak, deburan ombak yang indah telah menyihirku dan betah berada di sana selama mungkin

  10. Gravatar Icon 10 mujahidahwanita

    Sungguh Allah Maha Besar menciptakan bumi dan seisinya .

    jadi tenag rasanya liat laut yang begitu biru…sebiru hati saya

    begitu tenang. sayang tak setenang hati saya…

  1. 1 Laut Biru « ALAM SEMESTA


Leave a Reply

Smilies (Seperated with space) :

:smile: :mrgreen: :razz: :eek: :???: :wink: :cool:





wordpress k2 [Spirit in everything we do] feed