Posted by Iqbal_Ir | Posted on 31-01-2006
Category : Keseharian, Main category
Hidup terus berjalan, membawa jiwa turut bersamanya. Bersama hidup yang terus berjalan, mengalir dengan aliran kehidupan, melewati berbagai kondisi kehidupan. Tentu dengan berbagai pilihan didalamnya. Terkadang mendapatkan pilihan yang mudah, terkadang sulit. Itulah hidup, satu pilihan mempengaruhi bagaimana perjalanan selanjutnya. Ibarat jalan dalam persimpangan dengan berbagai cabang didalamnya.
→ Continue
Posted by Iqbal_Ir | Posted on 27-01-2006
Category : Main category

Mengucapkan selamat untuk Hamas atas kemenangan yang diraih dalam pemilu Palestina. Semoga kemenangan ini membawa Palestina ke gerbang Kemerdekaan dan membawa kemenangan atas Israel.
Berita dari eramuslim.com :
Posted by Iqbal_Ir | Posted on 26-01-2006
Category : Web Developers, Wordpress

WordPress telah merilis worspress 2.0 pada akhir Desember 2005 lalu. Sebagai sebuah blogging software tool, wordpress bisa dibilang yang paling populer digunakan oleh banyak orang. Semakin hari semakin banyak orang yang menggunakannya. Memang harus diakui, banyak feature yang diberikannya dan juga sangat mudah untuk menggunakannya.
Release worspress 2.0 yang diberi julukan Duke Ellington ini memiliki banyak perbedaan dari versi sebelumnya (wordpress 1.5.2 stayhorn). Salah satu yang membuat saya terkesan adalah fiture WYSIWYG Editing (What You See Is What You Get) salah satu bentuk kemudahan dalam editing sebelum di publish. Walau saya bukan pengguna yang sangat ketergantungan dengan WYSIWYG (saya lebih suka untuk mengedit HTML sendiri) tetapi terkadang karena waktu yang sempit tidak sempat untuk mengedit HTML tersebut makanya fiture ini cukup membantu.
→ Continue
Posted by Iqbal_Ir | Posted on 20-01-2006
Category : Keseharian

Kecelakaan di MT Haryono
Tadi pagi (20 Jan ’06) saya berangkat ke kantor seperti biasa, namun aneh sekali ketika sampai pada lampu merah Dewi Sartika ada pengalihan arus. Saya berfikir mungkin ada pejabat yang akan melintas, tetapi aneh ya kenapa lewat jalan ini..? Tidak seperti biasanya, kali ini pengalihannya terjadi di lampu merah Dewi Sartika. Para pejabat atau bahkan presiden sekalipun jarang menggunakan jalan ini untuk melintas. Jikapun melintas, pasti melewati jalan tol dan keluar di lampu merah Mampang yang biasanya saya juga kena dampaknya akibat pengalihan arus ketika para pejabat melintas.
→ Continue
Posted by Iqbal_Ir | Posted on 19-01-2006
Category : Web Developers
Untuk mengetahui tentang RSS, sebenarnya lebih mudah untuk tanya sama om Google. Disana banyak sekali tutorial dan penjelasan tentang RSS. Namun demikian, saya mencoba untuk menjelaskan tentang RSS, tentu dengan pemahaman yang saya miliki.
Beberapa tahun belakangan ini anda tentu pernah mendengar apa yang disebut dengan RSS atau bahasa bekennya dalam dunia internet disebut feed. RSS (Really Simple Syndication) feed beberapa tahun ini sering digunakan untuk mempermudah pembaca artikel/post dari website/blog yang biasa dikunjungi. RSS akan memberikan sebuah judul headline berita dan cuplikan atau keseluruhan berita dalam headline tersebut. Bahkan bagi seorang web-programmer, RSS dapat dijadikan sebagai bahan berita bagi website yang dikembangkannya untuk meng-import berita. Berikut ini akan saya berikan penjelasan sedikit tentang RSS dan bagaimana cara membaca RSS tersebut dengan menggunakan RSS aggregator.
→ Continue
Posted by Iqbal_Ir | Posted on 11-01-2006
Category : Tentang Pernikahan
Ya Allah…
Seandainya telah Engkau catatkan
dia akan mejadi teman menapaki hidup
Satukanlah hatinya dengan hatiku
Titipkanlah kebahagiaan diantara kami
Agar kemesraan itu abadi
Dan ya Allah… ya Tuhanku yang Maha Mengasihi
Seiringkanlah kami melayari hidup ini
Ke tepian yang sejahtera dan abadi
→ Continue
Posted by Iqbal_Ir | Posted on 08-01-2006
Category : Tentang Pernikahan
Lelaki tua menjelang 80-an itu menatap istrinya. Lekat-lekat. Nanar. Gadis itu masih terlalu belia. Baru saja mekar. Ini bukan persekutuan yang mudah. Tapi ia sudah memutuskan untuk mencintainya. Sebentar kemudian ia pun berkata, "Kamu kaget melihat semua ubanku? Percayalah! Hanya kebaikan yang akan kamu temui disini.
" Itulah kalimat pertama Utsman bin Affan ketika menyambut istri terakhirnya dari Syam, Naila. Selanjutnya adalah bukti.
→ Continue
Posted by Iqbal_Ir | Posted on 07-01-2006
Category : Tentang Pernikahan
Nasihat ini mengajarkan pada calon suami-istri untuk bisa mempelajari kenyataan hidup bahwa kebahagiaan bahtera rumah tangga hanya bisa digapai dengan pergaulan yang baik dan lemah lembut antar keduanya. Pergaulan yang baik akan mampu menghantarkan pasangan suami intri kepada masa – masa bahagia dan kehidupan yang menyenangkan.
Nasihat Untuk Calon Istri
Jagalah kemuliaanmu. Jangan pernah kamu menyakiti ayah dan ibumu. Bila kau menikah, maka hormatilah suamimu dan hargailah ucapannya. Jaga kehormatan suamimu karena engkau adalah laksana pakaian baginya yang mampu menampakkan kebaikannya dan menutupi kekurangannya. Pergunakanlah waktu kedatangannya dari pekerjaannya. Jadilah kau orang yang menyenangkannya dengan senyum dan kasih sayangmu padanya. Jangan pernah kau durhaka pada suami dalam keadaan apapun, khususnya di saat ia sedang dalam kondisi sulit. Ingatlah, wanita dikatakan sebagai golongan yang paling mudah mendapatkan surga sekaligus paling mudah mendapatkan bagian neraka. Mudah baginya memasuki surga karena dia hanya perlu berbuat kebaikan dan taat kepada suaminya dan mudah baginya mendapat balasan neraka apabila ia mendurhakai dan menghina suaminya sendiri. Oleh karenanya, peluang inilah yang harus kau rebut dengan taat dan menghargai suamimu. Keras kepala dari kedua belah pihak hanya bisa diselesaikan dengan pemutusan hubungan suami isteri dan itu sangat tidak baik untukmu. Edifikasikan keluarganya dengan semua yang baik. Hormatilah ibunya dan ketahuilah bahwa ia tetap menjadi ibunya walau ia kini telah menjadi suamimu. Allah telah mewajibkan suamimu untuk tetap taat kepada ibunya dan mencintainya dengan tulus sebagaimana kelak anak keturunanmu pun diwajibkan hal yang sama terhadapmu. Hormati pula ayahnya dan jadikanlah ia laksana ayahmu.
→ Continue