Featured Posts

Wara-wiri: Xochimilco, Mexico City Edisi wara-wiri kali ini kita akan jalan-jalan ke sebuah tempat rekreasi di Mexico. Namanya Xochimilco. Xochimilco adalah sebuah kanal yang dibangun pada zaman suku Aztec ratusan tahun yang lalu. Pada...

Read more

Wara-wiri: Piramida Teotihuacan, Mexico Blog ini sudah jarang di update ya... :hehe: Untuk ke depan, mungkin lebih baik jika ditambah seri jalan-jalan. Jadi kalau ada waktu dan kesempatan, wara-wiri selama ini dan wara-wiri sebelum-sebelumnya...

Read more

Main game: Assassins Creed Revelations Bisa dibilang game Assassins Creed Revelations ini adalah game saya yang paling favorit. Selain game ini, ada game lain yang ber-genre mirip, yaitu Overlord II yang juga favorit saya. Awal saya main...

Read more

Sedikit tentang kebiasaan Jalan Kaki Saya terbiasa dengan jalan kaki dengan jarak tempuh yang cukup jauh. Tetapi sejak meninggalkan bangku kuliah, aktifitas ini sudah sangat jarang dilakukan. Terutama sejak bekerja, karena ada beberapa hal...

Read more

Browsing terenkripsi & terkompresi dengan SSH dan squid... Di berbagai kantor/perusahaan, sudah menjadi kebijakan perusahaan untuk memblokir akses internet pada alamat-alamat website yang tidak sesuai dengan kebijakan kantor. Ini memang sudah lazim dan tentunya...

Read more

  • Prev
  • Next

Blogging with WP 2.0 Environment

Category : Web Developers, Wordpress

Wordpress 2.0

WordPress telah merilis worspress 2.0 pada akhir Desember 2005 lalu. Sebagai sebuah blogging software tool, wordpress bisa dibilang yang paling populer digunakan oleh banyak orang. Semakin hari semakin banyak orang yang menggunakannya. Memang harus diakui, banyak feature yang diberikannya dan juga sangat mudah untuk menggunakannya.

Release worspress 2.0 yang diberi julukan Duke Ellington ini memiliki banyak perbedaan dari versi sebelumnya (wordpress 1.5.2 stayhorn). Salah satu yang membuat saya terkesan adalah fiture WYSIWYG Editing (What You See Is What You Get) salah satu bentuk kemudahan dalam editing sebelum di publish. Walau saya bukan pengguna yang sangat ketergantungan dengan WYSIWYG (saya lebih suka untuk mengedit HTML sendiri) tetapi terkadang karena waktu yang sempit tidak sempat untuk mengedit HTML tersebut makanya fiture ini cukup membantu.

Sampai saat ini, saya masih menggunakan WordPress 1.5.2 Strayhorn. Ehm, saya masih pikir-pikir untuk meng-upgrade ke WordPress 2.0 Duke Ellington. Tentu nanti akan banyak masukan dari mereka yang telah menggunakannya, mungkin akan ada release patch untuk meminimalkan bugs sampai mendapatkan stable version.

Salah satu review dan comparison test yang saya baca di dalam artikel “Is WordPress 2.0 that sluggish?”. Didapatkan tabel perbandingan test WP 1.5.2 dengan WP 2.0, ternyata dari hasil perbandingan tersebut WP 2.0 lebih lambat dibandingkan dengan WP 1.5.2 meskipun dengan meng-enable atau disable cache. Sejak WP 2.0 di release, WP memperkenalkan fiture Built-in Caching untuk mengurangi beban pages query yang menjadi salah satu fiture andalan WP 2.0. Meski tulisan dalam artikel tersebut menyangkal hal ini.

If you want faster, go with WP 1.5.2 as any timing with WP 2.0 is slower. As you can see the number of database queries performed isn’t correlated with the time it took to construct the page.

Salah satu yang membuat saya bertahan pada WP 1.5.2 adalah saya belum yakin dengan version 2.0 yang saat ini di release. Saya masih menanti berbagai pengalaman mereka yang telah meng-upgrade. Meskipun demikian, ternyata WordPress 2.0.1 dalam persiapan untuk memperbaiki bugs versi sebelumnya. Ditunggu aja sampai versi yang lebih stabil supaya ngga bolak-balik upgrade. :) :D

Updated : WordPress 2.0.1 has been released, w’ll see how things going on. :)

Post a comment

Smilies

:smile: :mrgreen: :razz: :eek: :???: :wink: :cool: