
“Gantungkan cita-citamu setinggi langit.”
Sebuah idiom yang tentu sangat sering di dengar. Sangat sering, terlebih ketika masih seumuran sekolah. Orang tua, guru, saudara dan kerabat sering memberikan nasihatnya berkenaan dengan hal tersebut. Sebuah idiom yang mengajak kita semua untuk memiliki tujuan dan cita-cita yang ingin dicapai. Setiap orang tentu memiliki cita-cita dan keinginan dalam hidup. Cita-cita untuk terus belajar dan sekolah adalah salah satunya.
Salah satu cita-cita dan tujuan saya adalah untuk terus belajar dan sekolah. Sebuah tujuan yang sudah sangat lama saya tanamkan. Meski berat sekali untuk mewujudkannya. Terlebih jika banyak halangan dan rintangan, mewujudkannya menjadi sesuatu yang tidak mudah.
Hari ini adalah hari kedua perkuliahan semester genap di kampusku. Tidak terasa semester ganjil telah berlalu, kini memasuki lembaran baru semester genap. Hari pertama kemarin diisi dengan perkenalan dari dosen tentang mata kuliah yang akan diajarkannya pada semester ini dengan 6 mata kuliah berjumlah 18 SKS, jumlah yang tidak sedikt.
Kuliah di Fakultas Teknik (atau fakultas lainnya) tentu tidaklah mudah, dibutuhkan perjuangan dan kesungguhan untuk menjalani dan menyelesaikannya. Terlebih jika menjalaninya sambil bekerja, banyak waktu tersita oleh kesibukan dengan pekerjaan. Demikian juga dengan tenaga dan pikiran, terkadang membutuhkan waktu dan tenaga super-extra. Lain lagi dengan teman-teman yang telah berkeluarga, tentu lebih kompleks lagi halangan dan rintangannya. Banyak diantara rekan-rekan saya yang menjalani kuliah sambil bekerja dan menata keluarga.
Beginilah Idealisme sebuah cita. Saya mengakui, terkadang saya menjadi seorang yang sangat idealis. Cita untuk kuliah di elektro FT adalah sesuatu idealisme bagi saya. Langkah awal sudah dipijakkan.
Ibarat layar yang sudah terkembang tinggal mengarungi ombak lautan. Akankah kapal karam ditengah lautan…?? Saya tidak tahu. Karena berjuang sudah menjadi keniscayaan, jangan pernah menyerah dengan segala aral dan rintangan.
Saya sangat mengharapkan doa dari teman-teman semua, semoga saya dapat terus melanjutkan kuliah saya ini bagaimanapun keadaannya. Mohon doanya agar saya dapat merealisasikan apa yang saya cita-citakan.
… And the struggle continuous…





kang, ni kuliah sarjana atau master?
*btw, tabbing sampeyan gak “smooth” nih, sengaja?
saya masih kuliah sarjana kang dhika…
doakan ya kang supaya bisa kuliah sampai selesai.
Iya tab-nya kemarin memang masih berantakan belum di rapihkan.
[...] Tidak terasa, akhirnya 3 tahun berlalu dengan berbagai susah dan senangnya. Kini saatnya belajar di tempat lain. Bagi saya, bekerja adalah belajar -selain sebagai ibadah-, jadi perlu untuk mencari ilmu-ilmu di tempat lainnya. Pindah perusahaan pertama ini merupakan suatu dilema dua sisi, disatu sisi senang bisa mendapatkan “tempat belajar” baru namun disisi lain saya khawatir dengan kuliah yang masih saya jalani. [...]
[...] Kuliah Seperti yang pernah saya ceritakan kurang lebih 10 bulan lalu. Saya kembali ke bangku kuliah untuk sebuah cita yang didambakan. Namun kini ujian sedang datang menghadang. Sayang untuk di tinggalkan, saya merasa tanggung jika dilepaskan tapi untuk melanjutkan terasa sulit. Terlebih dalam akhir bulan ini saya akan menjalani Final Test. Bagaimana y… [...]
[...] Hari pertama saya bekerja disini terasa sangat akan dunia baru yang akan dijalani. Memasuki komunitas baru dan berkenalan dengan teman-teman baru. Lingkungannya tentu sangat berbeda dengan sebelumnya, lingkungan kali ini terasa lebih bagus dan lebih profesional. Meski bukan berarti lingkungan sebelumnya tidak profesional y… Namun terasa suasananya memang mencerminkan demikian, bukan hanya pencitraan (image) yang dibuat-buat. Mungkin orang-orang yang ada disini bukan orang sembarangan. Untuk saya, butuh 3 tahun pengalaman kerja agar bisa masuk ke perusahaan ini. Ketika itu terasa sekali perusahaan ini hanya memprioritaskan bagi tenaga kerja yang berpengalaman atau memiliki jenjang pendidikan minimum strata 1. Sedangkan saya belum sampai jenjang tersebut, masih dalam proses berjuang. Tapi alhamdulillah diberikan kesempatan untuk bergabung disini. [...]
[...] Perjuangan tinggal selangkah lagi, semoga sampai pada idelisme sebuah cita. View blog reactions [...]
betul mas..gantunglah cita-cita setinggi langit..tapi letakkan lah ia 5 cm di depanmu agar ka selalu mengingatnya
kunjungi @ Blog saya ya