Pengalaman Itu

Saya teringat ketika pertama kali menginjakkan kaki di tempat ini. Waktu itu kira-kira bulan Maret 2003. Saya bersama sahabat karib saya seperjuangan, Subhan Fikri Lubis bersama menuju lantai 30 sebuah gedung pencakar langit di bilangan Sudirman-Semanggi. Entah untuk yang kesekian kalinya saya bersama dengannya melamar pekerjaan disana-sini, bahkan setiap sabtu dan minggu kami sama-sama membeli sebuah surat kabar yang biasa memuat lowongan pekerjaan yang biasa dimuat setiap akhir pekan. Setiap ada informasi kami selalu berbagi. Sebuah pengalaman yang tidak dapat dilupakan. Bersama-sama mengikuti interview demi interview yang ada, bahkan sama-sama saling bertukar informasi tentang peluang kerja melalui Walk-in-interview.

Pernah suatu ketika kami sama-sama mengikuti “Walk In Interview” yang diadakan oleh salah satu perusahaan konsultan elektronika (di bidang pengukuran). Acara tersebut terpampang di kampus kami. Kamipun sama-sama menghadirinya, bersama dengan teman-teman lainnya. Saat itulah untuk pertama kalinya saya mengenakan dasi, sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan untuk mengenakannya. Sebenarnya untuk mengikuti acara tersebut tidak diharuskan untuk mengenakan dasi, tetapi saya memberanikan diri menggunakannya. Padahal teman-teman lainnya tidak memakainya, wah jadi malu sekali rasanya. Pffhh… Perasaannya kok deg-degan sekali y, bayangannya seperti seorang profesional yang telah memiliki pengalaman yang sudah melangit. Melamar pada sebuah perusahaan yang bergerak di bidang konsultan. Padahal saya masih seorang amatiran, masih fresh graduate yang belum pernah bekerja sama sekali. Biarlah, anggap saja tes mental perasaan dalam hati. Sejak saat itu saya tidak mau menggunakan dasi untuk interview. Malu euy…

Demikianlah perjalanannya, meski sudah berusaha maksimal pada perusahaan tersebut, saya akhirnya diterima pada sebuah perusahaan vendor telekomunikasi. Hanya berselang beberapa bulan setelah interview terakhir pada perusahaan konsultan itu. Saya tidak pernah mambayangkan akan bekerja disini, Allah telah memberikan rizki yang tak disangka-sangka.

Pada perusahaan inilah saya akhirnya dikirimkan ke Kalimantan, setelah mendapatkan “On the job training” selama 3 bulan. Kali pertama akan kesana, perasaan seperti tidak karuan. Saya tidak tahu akan bagaimana disana, tidak punya sanak saudara sama sekali. Saya berusaha memberanikan diri. Akhirnya sampai juga di Kalimantan dan bertugas disana. 20 Bulan tidaklah waktu yang sedikit. Sungguh merupakan pengalaman yang tak terlupakan sampai akhirnya saya kembali bertugas di Jakarta.

Tidak terasa, akhirnya 3 tahun berlalu dengan berbagai susah dan senangnya. Kini saatnya belajar di tempat lain. Bagi saya, bekerja adalah belajar -selain sebagai ibadah-, jadi perlu untuk mencari ilmu-ilmu di tempat lainnya. Pindah perusahaan pertama ini merupakan suatu dilema dua sisi, disatu sisi senang bisa mendapatkan “tempat belajar” baru namun disisi lain saya khawatir dengan kuliah yang masih saya jalani.

Kini, pilihan sudah ditentukan. Mencari ilmu di tempat lain dengan segala konsekuensinya. Mudah2an saya bisa mengatur waktu di tempat baru dan tetap dapat mengikuti kuliah. Tanggal 20 Maret ini saya resmi akan mulai bekerja pada perusahaan baru tersebut, semoga sejak saat itu hingga nanti segala sesuatunya dapat berjalan dengan lancar. Amiinn…

PS: Untuk teman2 semuanya, beberapa minggu kedepan saya akan offline karena “lack of internet connections” dan sedang mengambil cuti dari kantor lama. Jadi harap dimaklumi ya…


6 Responses to “Pengalaman Itu”  

  1. Gravatar Icon 1 dhika

    Gutten Gluck mit dein Arbeit!

  2. Gravatar Icon 2 Irma Citarayani

    Sukses ya dgn pengalaman kerja pertamanya…biasanya yang pertama selalu terkenang di hati

  3. Gravatar Icon 3 iqbal_ir

    #1
    Danke schon…

    #2
    Iya, yg ini selalu terkenang nih…
    Doakan d tembat baru y mba…

  4. Gravatar Icon 4 wahyu

    ass.ww

    mohon dibagi dong mas pengalaman mbangun rumahnya..terutama kemungkinan2 kendala yg dihadapi…trims…ya

    wass.

  5. Gravatar Icon 5 Iqbal_Ir

    www,
    Wahyu, kok nda comment di posting yg berhubungan yah…

    btw, Saya berbagi pengalaman tentang membangun rumah di blog ini yang bisa di lihat di ketegori rumah mungil. Silahkan klik:
    http://blog.iqbalir.com/archives/category/rumah-mungil/

    Mudah2an sharing pengalamannya bermanfaat…

  1. 1 Satu tahun bergabung dengan Ericsson Indonesia at http://blog.iqbalir.com


Leave a Reply

Smilies (Seperated with space) :

:smile: :mrgreen: :razz: :eek: :???: :wink: :cool:





wordpress k2 [Spirit in everything we do] feed