Bekerja saat hari raya dan rencana mudik
Published by Iqbal_Ir 2 years ago in Keseharian.
Bekerja saat hari raya
Hari raya adalah hari berbahagia untuk kita semua. Hari yang paling dinantikan oleh umat Islam adalah hari raya Idul Fitri. Hari raya seperti ini paling tepat untuk dilewatkan bersama keluarga, bersilaturahmi bahkan banyak yang memanfaatkannya untuk pulang kampung mengunjungi sanak famili di daerah asal. Moment yang hanya setahun sekali ini memang sangat pas dan sayang sekali jika dilewatkan begitu saja. Apalagi jika dilewatkan dengan tugas kantor yang menghendaki untuk bekerja pada saat hari raya.
Sungguh sangat disayangkan, apakah anda pernah mengalaminya…?? Saya berharap tidak
. Semoga anda dapat menikmati nikmatnya hari raya Idul Fitri bersama keluarga
dan saya berharap anda tidak ikut bekerja seperti ini
. Iya, kebetulan lebaran kali ini saya dengan terpaksa harus menjalani tugas kantor untuk standby saat lebaran. Sama seperti tahun kemarin, saya juga diminta standby oleh kantor yang lama, meski hanya standby untuk 2 jam per hari selama seminggu lebaran
. Tetapi kini saya standby untuk 8 jam perhari selama lebaran, durasinya lebih panjang dari tahun lalu
. Selain perbedaan dengan durasi standby, ada perbedaan lain tahun ini. Kalau tahun kemarin saya masih single alias lajang kini saya sudah menikah alias mempunyai istri. Jadi sangat disayangkan saja saya dan istri tidak bisa berkunjung ke rumah orang tua kami lebih cepat dan juga berkunjung ke sanak saudara.
Rencana mudik
Saya mendapatkan libur lebaran hanya pada hari ke 3 dan ke 4. Libur yang sangat singkat ini akan saya manfaatkan untuk pulang kampung ke Bandung mengunjungi orang tua istri dan juga “orang tua kedua” saya. Libur hari ke 3 dan ke 4 lebaran itu bertepatan dengan hari kamis dan jum’at. Rencananya saya akan pergi ke Bandung hari kamis pagi dan pulang pada hari jum’at sore. Jalur yang rencananya akan dilalui adalah jalur Cipularang, semoga jalur ini tidak macet, terutama di jalur Cikampeknya. Yang saya khawatirkan hanya waktu pulangnya, karena waktu pergi bukan waktu puncak orang kembali ke Jakarta. Saya menggunakan waktu jum’at malam berharap agar tidak terjebak macet bersama dengan orang pulang kembali ke Jakarta.
Selamat mudik untuk teman-teman yang sudah berangkat sejak awal dan hati-hati diperjalanan. Semoga selamat diperjalanan.
Click to Social Bookmark












































![[Spirit in everything we do]](http://blog.iqbalir.com/wp-content/themes/alphanauthilus/styles/alphanuathilus/images/logostatis.gif)
hhmm…lembur pas hari raya tentu mengesalkan, kecuali kalau sudah bicara kompensasinya, begitu bukan? jadi, cucoklah kalau pulang dari bandung, bisa bawa oleh2 banyak2, begitu bukan?
@Dhika,
ada sih, tp di sayangkan saja nih momentnya yg setahun sekali ini…
ehmm kompensasi y…
Halah, mas. Aku lebaran kemaren malah pas ujian, untung sempat ikutan sholat ied dulu ke masjid. Tapi semua memang harus dijalani dengan pnuh syukur, hiks hiks.
GA MAUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU
makanya klo hari raya jgn beda beda tanggalnya.
bikin bingung