Dokumentasi Rumah Mungil
Published by Iqbal_Ir 1 year, 10 months ago in Keseharian, Photography, Rumah mungil, Keluarga.Alhamdulillah, perkembangan rumah mungil yang saya dan istri bangun sudah mulai memperlihatkan hasil. Meski ternyata banyak kendala disana-sini.
Banyak yang berubah dengan perencanaan awal. Salah satunya adalah rencana yang awalnya ingin membuat rumah bertingkat akhirnya ditunda menjadi rumah setengah tingkat, artinya tingkat duanya di-pending sampai waktu yang tidak bisa ditentukan. Ini dikarenakan kendala yang klise..
kekurangan dana taktis.
hihihi… Kalau ada yang ingin meminjamkan dana taktis tanpa bunga dipersilahkan…
Link ke dokumentasi rumah mungil silahkan klik disini.
Click to Social Bookmark












































![[Spirit in everything we do]](http://blog.iqbalir.com/wp-content/themes/alphanauthilus/styles/alphanuathilus/images/logostatis.gif)
Mas Iqbal,
Nanya yah, tertarik nih nyimak runutan cerita project rumah mungilnya…Tapi kalo diliat dari dokumentasinya lumayan besar juga yah…
Boleh tau gak (ini kalo gak confidential) berapa yah kira2 budget yg disiapin untuk bangun rumah ini, karena kan ini gak menggunakan jasa arsitek.
Trus punya rekomndasi untuk beli2 bahan2 bangunan yg lumayan terjangkau gak? Karena kebetulan saya & suami juga lagi punya project ngedandanin rumah niy
Terimaksih sebelumnya..
Wass
Dear Mr.Igbal.
Saya mohon bantuannya. saya punya lahan 11 x 50 m. yang 11 m berhadapan dengan jalan. saya ingin membangun lahan tersebut dengan rumah tinggal, untuk data yang dibutuhkan :
1. Kamar Tidur Utama + Kamar Mandi.
2. Kamar tidur anak. 2 kamar
3. Kamar tidur tamu. 1 kamar.
4. Ruang Tamu
5. Ruang Keluarga.
6. Dapur.
7. Tempat Penampungan air hujan untk air minum. karena lokasi lahan adalah ditanah gambut, dan untuk air minumpun sumber air hujan.
8. Kamar mandi
9. Garasi mobil.
untuk ukuran rumah/ bangunan cukup 11 m x 20 m saja. dan untuk kamar tamu serta kamar tidur anak bisa di alokasikan di tingkat atas.
dan kalau bisa dibuatkan untuk perhitungan bahan, dan bahan yang digunakan. agar dapat diperhitungkan anggaran dana yang dibutuhkan.
terima kasih.
note. sangat membutuhkan sekali informasi dari Mr. Igbal. dan ditunggu balasannya.
Yth. Pak Iqbal
Saya mau tanya
Saya membangun rumah ukuran 7×7 ruang tamu ruang tamu, 2 kamar, dan ruang makan dan ada tambahan dibelakang 4×4 untuk dapur dan kamar mandi
Saya sudah design dan saya kerjakan melalui seorang pemborong.
Perjanjian awal memang hanya untuk rumah induk 7×7 kena biaya 52jt, lalu sewaktu proses pengurukan tanah, saya minta tambahan bangunan 4×4 dibelakang plus minta tambah teras joglo 1,5×3, saya kena tambahan biaya 17jt. Jadi total 69jt.
Lalu sewaktu dia menanyakan warna keramik yg diinginkan , saya pilih putih corak, karena menurut dia dana yg sudah dihitung hanya untuk yg keramik polos maka saya diharuskan menambah biaya sekitar 1jt.
Jadi total semua 70jt.
Pembayaran saya lakukan bertahap sesuai perjanjian.
Namun setelah rumah hampir selesai, 4bulan, dia mengatakn bahwa dananya kurang karena teras dan joglo belum dia masukkan ke perhitungan biaya, saya kaget setengah mati.
Loh kalau memang belum masuk perhitungan kok dia kerjakan teras joglonya malah sudah jadi, seharusnya khan kalau belum masuk perhitungan dia tidak mengerjakan itu karena alokasi dana bukan untuk itu. Lagian pada awal perhitungan dia sudah mengatakan biaya tambahannya 17 juta untuk 4×4 dan teras joglo.
Saya memang awam sekali soal bangunan, saya bingung nih apa saya harus bayar kekurangan atau gimana ? Soalnya saya rasa itu khan kesalahan pemborong, memang untuk yg tambahan bangunan itu tidak masuk di surat perjanjian (surat perjanjian awal hanya rumah induk 7×7) , karena saya sudah percaya sama dia.
Kalau harus membayar saya sangat tidak setuju, pertama tidak sesuai biaya kesepakatan diawal dan juga biaya yang saya persiapkan sudah tidak ada, karena biaya yg lain2 sudah belikan untuk lampu dan beberapa perabot.
Bisa bantu saya apa yang harus saya lakukan.
Terimakasih
@Yoyok,
Ehmm… Kalau menurut saya, kekurangannya itu sudah menjadi tanggung jawab kontraktor. Kesalahan estimasi yang dilakukan oleh kontraktor bukan tanggung jawab pemilik proyek.
Diawal kan sudah disepakati harganya, kalau dikemudian hari melenceng dari seharusnya, itu bukan lagi tanggung jawab kita. Kita berhak menuntut apa yang dijanjikan. Karena disini pemilik proyek sudah memenuhi kewajibannya, kini tinggal kontraktor donk yang memenuhi kewajibannya. Untung/rugi kontraktor bukan tanggung jawab pemilik proyek donk..
Jika anda yakin seperti ini:
Menurut saya anda sudah pada posisi yang benar, kesalahan perhitungan kontraktor bukan tanggung jawab pemilik proyek. Seharusnya kontraktor sudah memasukan semua biaya (tanpa ada yang terlupa) dalam perincian total dana proyek khn…
Jadi anda tidak perlu menambah kekurangan apapun yang diminta oleh kontraktor karena itu adalah kesalahan kontraktor.
Bal,
Kalau ada tambahan biaya 17 jt itu ekuivalen dengan 16M2 (4×4 M). 
Yang dimaksud pemborong oleh pak Yoyok, tukang yang dia kenal terus dipanggil utk bikin rumah,
kalau pemborong beneran mana mungkin biaya bangunannya cuma segitu.
Sorri bos, coba hitung lagi yang bener.
Kasihan kan pemborongnya, dah kerja capek, ngutang ke toko material truss ngga dibayar.
Lagian yang dibuatkan perjanjian utk bangunan 7 x 7 M, sedang yang lain (istilah pemborong) merupakan kerja tambah sesuai orderan…. logikanya kan sederhana.

Kayanya kamu buru-buru banget jawab dan advis pak Yoyok.
Bangunan 7 x 7 meter, 2 kamar dan lain-lainnya 52 jt ekuivalen 1,06 jt/M2.
Dengan biaya per M2 hanya 1,06 jt, apa iya menurutmu pemborongnya ada untung?
Tx
Tx
@drajat,
sy g tau nih hubungannya mas yoyok ini sm kontraktornya. kl hubungannya dekat (kawan/kenalannya/tetangga) y mmg ngga enak juga kl ky gitu.
iya kl itung2annya jd seperti itu… permeter persegi 1jt lebih sedikit… mmg sih, skrg ngga ada kontraktor yg mau dgn harga segitu…
quote yoyok:
tapi semua tergantung mas yoyok, kl mau nambah dana buat biaya tukang silahkan, boleh2 saja. tp mnrt sy seharusnya kontraktornya rundingan dulu sebelum nerusin kekurangannya. kl dananya kurang, boleh minta ngga perincian harganya?, kl boleh nanti bs di cross check ke matrial & biaya tukang.
pengalaman ipar sy pernah bangun rumah, tp banyak pekerjaan yg blm beres malah sdh pergi kontraktornya. akhirnya kekurangan pembayaran utk kontraktornya yg tinggal sedikit ngga dibayar sm ipar sy itu.
ttpi semuanya terserah mas yoyok saja. itu hanya argumen pribadi saya saja…
trims buat mas drajat ats inputannya
Terimakasih atas masukannya
Saya sudah minta rinciannya untuk 4×4 dan teras joglonya, dan memang rinciannya orangnya kelihatannya banyak yang ngawur, bahkan menurut temen saya yang tukang bangunan perhitungan 17juta untuk 4×4 dan teras joglo itu sudah pas.
Saya mau cros check sama pemborongnya.
Oh iya dia ini sebenarnya bukan pemborong atau kontraktor, cuman dia ini sering sekali membangun rumah dengan sistem borongan.
Lokasi saya disurabaya, dan daerah pinggiran, daerah sini memang perhitungan untuk rumah rata-rata per m2 nya sekitar 1jt sudah termasuk ongkos kerja, itupun perhitungan lebih. Kalau untuk ongkos kerja saja per m2 sekitar 200ribu.
Saya sudah tanya di beberapa tempat di surabaya memang tarifnya segitu.
Bahkan tetangga saya tukang bangunan yang saya beritahu malah berani per m2 900ribu.
Kalau di jakarta beda ya, kalau saya browsing dan tanya teman di forum di jkt, ongkos kerja 300-350ribu, dan per m2 nya sekitar 1,5jt.
Saya sih sebenarnya mau nambah untuk biaya tersebut, tapi yang saya sayangkan sewaktu pengerjaan kenapa gak bilang ke saya, malah sudah jadi baru bilang, padahal sewaktu pengerjaan ada saja yang kurang dan langsung saya tambahkan seperti keramik yg dia salah hitung terpaksa saya tambah, dan genteng yang salah hitung juga saya juga nambah.
Untuk teras joglo ini sebenarnya terasnya sudah masuk hitungan rumah induk, saya hanya nambah joglonya saja.
@yoyok,
syukur deh kl bs di cross check. jd kita ngga kena biaya kemahalan.
kl di jkt, 1jt permeter persegi itu hampir tdk mingkin lg utk rmh standar, disini paling murah 1,5jt keatas.
sy melihat 4×4 meter itu jadi sudah normal kl dihargai 17jt utk ukuran surabaya. jd kl ngga mau nambah jg sebenarnya mgkn ngga masalah. ttpi jika mau di cross check harganya jg blh spy tau bener ngga perhitungannya.
Terimakasih atas masukannya
Saya sudah croscheck, ternyata biaya bahan tidak ada penambahan, pemborong melakukan pembengkakan biaya bahan untuk menutupi biaya molornya kerja dia (gaji anak buahnya).
Saya sudah bilang ke dia, kalau memang molor kerja itu khan resiko dia, tapi saya tetap mau bantu, namun tidak sebanyak yang dia minta.
Ini jadi pengalaman buat saya, supaya tidak percaya begitu saja dengan pemborong, malah mungkin lebih baik tukang bangunan yang harian saja karena bahan bangunan bisa kita yg beli, dan kita juga bisa mengawasi dan menanyakan hasil kerjanya tiap hari.
Tapi kalau pemborong profesional beda kali ya
Sekali lagi terimakasih, semoga rumah baru saya ini akan membawa kedamaian dan kesejukan bagi saya dan keluarga.
@yoyok,
sy senang akhirnya permasalahan dgn pemborong ketauan penyebabnya. semoga ini jadi bahan pelajaran buat kita utk kedepan.
sy juga pernah mengalami apa yg anda hadapi.
Kagak usah bayar bukk.dari cerita ibuk tadi,tu pemborong kok minta tambahan terus…Harusnya kan dia dah berpikir jauh dengan berbagai timbangan berapakah tambahan yang harus ibuk bayar,,.Tapi nyatanya dia nyampe berulang2 minta tambahan,itu bukan kesalahan ibuk.Toh misalnya ibuk kasih,pasti dia akan minta tambahan lagi di lain waktu.entah tambahan genting kek,,tambahan batu bata kek…ya namanya orang usaha itu pasti di suatu hari juga mengalami penurunan pemasukan,,ya itulah resiko orang berusaha..tu kontraktor nda tau malu bgt,..itu baru jadi kontraktor apa jadinya kalo dia jadi orang penting di negara ini?
mengomentari masalah yang dihadapi p yoyok,jika perjanjian awal hanya mengerjakan ruangan 7×7 sebaiknya dilakukan perjanjian dulu.jika ada penambahan untuk pekerjaan lain,sebaiknya juga disodorkan surat penawaran dan perjanjiannya.sehingga jika ada penambahan atau pembengkakan biaya di luar surat perjanjian,masing2 pihak paham jalan keluarnya.
wah……………wah setelah membaca kasus pak yoyok, sepertinya saya harus berhati2 dalam membangun rumah dgn sistem borongan.
tuk pak Iqbal saya mau nanya neh lebih baik sistem harian apa borongan ya ?kebetulan saya berniat membangun rumah. saya minta pencerrahnya donk dari pak Iqbal,trima kasih.