Holiday Inn BandungAhh… Akhirnya saya mempunyai kesempatan untuk menulis dan bercerita perjalanan liburan minggu kemarin. Setelah pulang dari perjalanan tersebut saya disibukkan dengan berbagai urusan kuliah, kantor dan tugas-tugas dari dosen yang menumpuk. Ketika menulis inipun, masih menggantung beberapa tugas tulisan, laporan praktikum dan makalah (selain juga Tugas Akhir/Skripsi yang belum juga selesai) menanti untuk disentuh jika ingin segera lulus . Duuuhh… kok malah curhat nih…

Melanjutkan cerita jalan-jalan sebelumnya, saya bersama istri jalan-jalan ke Bandung dengan tujuan utama adalah untuk menginap di Holiday Inn disamping juga untuk sekalian mengunjungi Bandung comtech di Be-Mall.

Sesampainya di Bandung, saya langsung berkunjung ke Be-Mall (Bandung Electronic Mall), tujuan utamanya selain untuk melihat Mall yang baru tersebut juga untuk melihat pameran Bandung comtech juga untuk mendapatkan DVD Ubuntu Repo. Akhirnya setelah naik-turun lift, saya mendapati juga lokasi pameran tersebut. Maklum, saya tidak langsung ke lantai dasar, tetapi ke lantai-lantai lainnya. Jadi tidak ketemu-ketemu deh. Setelah ketemu lokasi booth Linux (Ubuntu), saya langsung membeli DVD Ubuntu repo 64-bit (padahal saya belum punya komputer dengan processor 64-bit, maksudnya beli repo ini untuk persiapan jika dalam waktu dekat atau jauh akan memiliki komputer 64-bit)

Setelah mengunjungi Be-Mall, saya melanjutkan untuk menginap di rumah mertua di Cikutra, karena jatah menginap di Holiday Inn Bandung baru bisa digunakan keesokanharinya.

Keesokanharinya saya bersama istri check-in di Holiday Inn dengan menggunakan voucher dari kantor. Tentu untuk menggunakannya perlu reservasi terlebih dahulu.

Setelah sampai di Holiday Inn, check-in dan foto-foto:

Di depan Holiday Inn
Foto-foto di depan Holiday Inn.

Di depan Receptionist
Di depan Receptionist.

Jangan lupa foto gedung hotelnya dari luar:

Di depan Holiday Inn
Dari depan gedung.

Logo Holiday Inn
Logo Holiday Inn.

Setelah daftar di receptionist, dikasih kunci Hotel:

Kunci kamar Holiday Inn
Setelah check-in diberikan kunci kamar dengan kartu magnetik.

Masuk kamar Hotel:

Kamar Holiday Inn
Tampak suasana kamar.

Pemandangan dari kamar Hotel:

Kolam renang Holiday Inn
Tampak kolam renang dari kamar.

Pemandangan dari lantai 5
Pemandangan dari lantai 5.

Pemandangan dari lantai 5
Pemandangan lain dari lantai 5.

Karena di depan hotel terdapat FO (Factory Outlet), saya sempat jalan-jalan kesana dan mencocokan beberapa pakaian:

Jaket kulit
Nyobain jaket kulit. Keren ngga jaketnya…?? Harganya mahal bo…

Selama disana saya memanfaatkan fasilitas gratis yang ada, yaitu fitnes, sauna dan sarapan pagi. Hanya renang yang tidak dipergunakan karena lebih enak fitness daripada renang. Saya sempat fitness dua kali, sore dan pagi. Badan jadi lumayan banyak berkeringat. terlebih dengan sauna sampai 71 derajat selama beberapa puluh menit saja, keringat sebesar biji jagung bercucuran.

Beberapa kejadian yang kurang mengenakkan

1. Pelayanan yang kurang sopan dari karyawan ketika akan pulang (setelah check-out).
Pada pagi hari, adik ipar saya datang berkunjung ke hotel. Sampai siang hari kami bertiga berjalan-jalan seputar hotel sampai saya ikut fitness bersama istri. Siangnya kami check-out, setelah melengkapi hal-hal administrasi di receptionist, saya dan istri ingin mengabadikan diri dengan berfoto di resto hotel, karena barang-barang kami ditempatkan agak berjauhan dari lokasi pengambilan foto, jadi istri saya menitipkan dengan salah satu karyawan yang kebetulan ada didekat barang-barang kami. Karyawan tersebut menjawab permintaan tolong istri saya dengan kurang sopan dan baik. Ia menjawab “Boleh ditaruh disana, tetapi saya tidak bertanggungjawab jika ada kehilangan”. Meski kedengarannya tidak ada masalah dengan kalimat tersebut, tetapi terkesan tidak ada rasa tanggung jawab dari karyawan tersebut terhadap kenyamanan tamu hotel. Akhirnya saya dan istri hanya berfoto sekali saja dan buru-buru kembali ke barang-barang kami yang diletakkan di cafe dekat dengan pintu utama.

2. Pihak keamanan yang tidak sopan dan tidak menghormati tamu hotel.
Setelah check-out dan berfoto-foto di hotel, saya, istri dan adik ipar pergi jalan-jalan ke BEC dengan melewati pintu belakang hotel. Lokasi BEC ini sangat dekat dengan hotel, jadi kami pergi jalan-jalan hanya dengan jalan kaki karena lokasinya dekat. Ketika kami pergi, pintu belakang parkir terbuka, jadi bisa dengan mudahnya pergi kesana.

Sepulangnya dari BEC, kami kaget karena ternyata pintu belakang tempat kami keluar sudah terkunci dan tidak ada penjaga disana. Kami tidak melihat adanya papan petunjuk bahwa pintu akan ditutup, setidaknya pemberitahuan waktu tutup pintu di dekat pintu tersebut. Beruntung dari kejauhan kami melihat ada penjaga yang sedang bertugas. Kami sempat melambaikan tangan untuk meminta mereka datang, tetapi sepertinya mereka melihat dengan sebelah mata. Hanya melihat satu sama lain tanpa ada niat untuk mendatangi kami. Setelah agak lama, baru dua orang dari mereka yang datang mengunjungi kami dengan berjalan santai.

Setelah sampai, mereka menanyakan keperluan kami. Saya menjelaskan bahwa mobil saya ada di dalam parkiran hotel. Saya adalah tamu hotel. Saat itu ada juga seorang bapak dan anaknya yang baru datang ikut terjebak dengan pintu belakang yang dikunci. Menjadikan kami berlima ada di luar pagar dan tidak bisa masuk. Salah seorang penjaga tersebut menjawab “Ya sudah, naiki saja pagarnya pak. Kuncinya tidak kami pegang, pihak hotel yang memegangnya.” Dengan entengnya pihak kemananan tersebut menjawab seperti itu, saya agak tersinggung, kok malah disuruh manjat pagar. Kami kan tamu Hotel, belum lagi istri saya yang sudah tentu tidak bisa manjat. Istri saya sangat marah karena disuruh manjat pagar. Akhirnya kami berkeras untuk meminta dibukakan pintu belakang ini dengan meminta mereka menghubungi pihak hotel yang memiliki kunci untuk membukakan pintu belakang ini.

Setelah menunggu agak lama, akhirnya datang juga pihak hotel untuk membukakan pintu. Begitulah pengalaman akhir yang cukup mengecewakan ketika menginap di Holiday Inn.

Semoga menjadi masukan yang baik untuk pihak hotel Holiday Inn Bandung agar memperbaiki kekurangannya. Saya akan mengirimkan email posting ini ke pihak hotel sebagai bahan masukan untuk Holiday Inn Bandung.


13 Responses to “Cerita ke Bandung dan Holiday Inn”  

  1. Gravatar Icon 1 donnyreza

    wah, gk bilang2 nih maen2 ke bandung…

  2. Gravatar Icon 2 Iqbal_Ir

    @donnyreza,
    Upsss… lupa nih… Saking semangatnya kali… hehehe…

  3. Gravatar Icon 3 bungalestari

    saya akan berangkat ke bandung. Bisa pak Iqbal atau siapa aja bantu saya tentang kota bandung.

  4. Gravatar Icon 4 ario dipoyono

    hotelnya boleh juga kang…

  5. Gravatar Icon 5 achedy

    Wah bulan madu lagi kang ya

  6. Gravatar Icon 6 Iqbal_Ir

    @achedy,
    Iya nih kang… Jadi bulan madu kedua deh…

  7. Gravatar Icon 7 bangbadi

    Waah bagus banget nich buat masukan pihak hotel. Btw, kalau liburan lagi ajak2 gue donk. hahaha.

  8. Gravatar Icon 8 Ersis W. Abbas

    Waduh … mengungkit kenangan di Bandung euy

  9. Gravatar Icon 9 poer

    aku lagi cari info tempat nginep dibandung ni mas iqbal, anak2 nyaranin sheraton, karena deket kalo mau kemana2, tapi kok keliatannya ga ramah ya? *paling.males.ama.pelayananan.hotel.yg.ga.ramah*

  10. Gravatar Icon 10 Iqbal_Ir

    @poer,
    Kl di bandung sy biasanya sih nginep di rumah mertua di Cikutra.
    Kl denger2 dari istri, Sheraton bagus katanya, tp sy pribadi belum pernah nginep disana.

  11. Gravatar Icon 11 poer

    hehehe… tadi salah tulis, yg kumaksud deket kemana2 itu ya holiday inn, yg mas iqbal ceritain
    tapi tadi siang emang akhirnya pesen di sheraton, soalnya acaranya disitu, lagian yg bayar kantor ini

  12. Gravatar Icon 12 Iqbal_Ir

    Kl jalan2 gratis mah asik tuh…

  13. Gravatar Icon 13 Jaket Kulit

    wah ke bandung seru sekali!!!
    banyak kenangan di bandung

Leave a Reply

Smilies (Seperated with space) :

:smile: :mrgreen: :razz: :eek: :???: :wink: :cool:





wordpress k2 [Spirit in everything we do] feed