Posted by Iqbal_Ir | Posted on 23-08-2006
Category : Tentang Pernikahan
Tambahan artikel dalam halaman “Tentang Perhikahan” -halaman yang paling sering dikunjungi-
. Silahkan membaca, cerita yang cukup panjang
.
***
Pudarnya Cahaya Cleopatra -Raihana-
Dengan panjang lebar ibu menjelaskan, sebenarnya sejak ada dalan kandungan aku telah dijodohkan dengan Raihana yang tak pernah kukenal.”Ibunya Raihana adalah teman karib ibu waktu nyantri di pesantren Mangkuyudan Solo dulu” kata ibu.
“Kami pernah berjanji, jika dikarunia anak berlainan jenis akan besanan untuk memperteguh tali persaudaraan. Karena itu ibu mohon keikhlasanmu”, ucap beliau dengan nada mengiba.
Dalam pergulatan jiwa yang sulit berhari-hari, akhirnya aku pasrah. Aku menuruti keinginan ibu. Aku tak mau mengecewakan ibu. Aku ingin menjadi mentari pagi dihatinya, meskipun untuk itu aku harus mengorbankan diriku.
→ Continue
Posted by Iqbal_Ir | Posted on 23-06-2006
Category : Tentang Pernikahan
Sudah lama tidak memasukkan artikel pada halaman “About Marriage”
. Berikut ini sekedar tambahan artikel yang dirasa cukup lama beredar, sekedar di dokumentasikan mengumpulkan nasihat yang terserak.
Bagi Mereka yang Mencari Mawaddah, Sakinah dan Rahmah dalam Keluarga
Bismillahhirrahmaanirrahiim. Dengan kerendahan hati, mari kita simak pesan-pesan Al-Qur’an tentang tujuan kehidupan yang sebenarnya. Nasehat ini untuk semuanya. Untuk mereka yang sudah memiliki arah untuk mereka yang belum memiliki arah, dan untuk mereka yang tidak memiliki arah. Nasehat ini untuk semuanya. Semua yang menginginkan kebaikan.
Saudaraku…
Nikah itu ibadah. Nikah itu suci. Ingat itu. Memang nikah itu bisa karena harta, bisa karena kecantikan bisa karena keturunan, dan bisa karena agama. Jangan engkau jadikan harta, keturunan maupun kecantikan sebagai alasan… karena semua itu akan menyebabkan celaka. Jadikanlah agama sebagai alasan… Engkau akan mendapatkan kebahagiaan.
→ Continue
Posted by Iqbal_Ir | Posted on 12-05-2006
Category : Bond with love, Tentang Pernikahan
"When two people love each other, nothing is more imperative and delightful than giving." Guy de Maupassant
Cinta berpijak pada perasaan sekaligus akal sehat — Miskonsepsi pertama yang ditentang Bowman adalah manusia jatuh cinta dengan menggunakan perasaan belaka. Betul, kita jatuh cinta dengan hati. Tapi agar tidak menimbulkan kekacauan di kemudian hari, kita diharapkan untuk juga menggunakan akal sehat. Bohong besar kalau kita bisa jatuh cinta dengan begitu saja tanpa bisa mengelak. Yang sesungguhnya terjadi, proses jatuh cinta dipengaruhi tradisi, kebiasaan, standar, gagasan, dan ideal kelompok dari mana kita berasal. Bohong besar pula kalau kita merasa boleh berbuat apa saja saat jatuh cinta, dan tidak bisa dimintai pertanggungan jawab bila perbuatan-perbuatan impulsif itu berakibat buruk suatu ketika nanti. Kehilangan perspektif bukanlah pertanda kita jatuh cinta, melainkan sinyal kebodohan.
→ Continue
Posted by Iqbal_Ir | Posted on 11-04-2006
Category : Tentang Pernikahan
Sudah lama tidak memasukkan artikel pada halaman “About Marriage”
. Berikut ini sekedar tambahan artikel dari majalah “Tarbawi”.
Serasa dan Serasi
Tidak karena kamu memiliki semua pesona itu sekaligus, maka kamu bisa mencintai dan mengawini semua perempuan. Begitu juga sebaliknya. Pesona fisik, jiwa, akal, dan ruh, diperlukan untuk menciptakan daya tarik dan daya rekat yang permanent bila kita ingin membangun sebuah hubungan jangka panjang. Tapi seperti berlian, tidak semua orang mengenalnya dengan baik, maka mereka tidak menghargainya.Atau mungkin mereka mengenalnya, tapi terasa terlalu jauh untuk dijangkau, seperti mimpi memetik bintang atau mimpi memeluk gunung. Atau mungkin ia mengenalnya, tapi terasa terlalu mewah untuk sebuah kelas sosial, atau kurang serasi untuk sebuah suasana.
Kira-kira itulah yang membuat Aisyah – Radhiyallahu`anha – sekali ini benar-benar gundah. Orang terbaik dimuka bumi ketika itu, Amirul Mu’minin, Khalifah kedua, Umar bin Khattab, hendak melamar adiknya, Ummu Kaltsum. Tidak ada alasan untuk menolak lamaran beliau kecuali bahwa Abu Bakar, sang Ayah, yang juga Khalifah Pertama, telah mendidik puteri-puterinya dengan penuh kasih sayang dan kemanjaan. Aisyah karena itu, percaya bahwa adiknya tidak akan kuat beradaptasi dengan pembawaan Umar yang kuat dan kasar. Bahkan ketika Abu Bakar meminta pendapat Abdurrahman bin Auf tentang kemungkinan penunjukkan Umar bin Khattab sebagai khalifah, beliau menjawab : “Dia yang paling layak, kecuali bahwa dia kasar”.
→ Continue
Posted by Iqbal_Ir | Posted on 16-02-2006
Category : Tentang Pernikahan
Tambahan artikel pada halaman “About Marriage”. Ehmm… sepertinya belakangan ini lagi pengen post meteri2 seperti ini nih…
Cinta di Atas Cinta
Hudzaifah.org – Perempuan oh perempuan! Pengalaman bathin para pahlawan dengan mereka ternyata jauh lebih rumit dari yang kita bayangkan. Apa yang terjadi, misalnya jika kenangan cinta hadir kembali di jalan pertaubatan seorang pahlawan? Keagungan!
Itulah, misalnya, pengalaman bathin Umar bin Abdul Aziz. Sebenarnya Umar seorang ulama, bahkan seorang mujtahid. Tapi ia dibesarkan di lingkungan istana Bani Umayyah, hidup dengan gaya hidup mereka, bukan gaya hidup seorang ulama. Ia bahkan menjadi trendsetter di lingkungan keluarga kerajaan. Shalat jamaah kadang ditunda karena ia masih sedang menyisir rambutnya.
→ Continue
Posted by Iqbal_Ir | Posted on 10-02-2006
Category : Tentang Pernikahan
Tambahan artikel pada halaman “About Marriage”. Artikel lama dikenang kembali.

Rindu Itu Pun Tertebus
Ada seorang pemuda gagah yang turut berjihad bersama pasukan Islam. Selama perjalanan, pemuda itu tetap berpuasa di siang hari dan tak lepas dari sholat di malam hari. Bahkan dia juga melayani kebutuhan pasukan dan ikut berjaga-jaga bila semua tidur. Hingga sampailah pasukan itu sampai di perbatasan Romawi.
Menjelang pertempuran, pasukan Islam beristirahat di suatu tempat. Karena lelah pemuda itu jatuh tertidur. Namun tiba-tiba ia terjaga dan berseru lirih, “Ah, alangkah rindunya aku pada Ainul Mardhiyah”. Orang-orang yang mendengarnya terheran-heran dan mengira pemuda itu mengingau. “Siapakah Ainul Mardhiyah itu ?” tanya Abdul Wahid, seorang ulama pejuang, yang mengenal pemuda itu.
→ Continue
Posted by Iqbal_Ir | Posted on 11-01-2006
Category : Tentang Pernikahan
Ya Allah…
Seandainya telah Engkau catatkan
dia akan mejadi teman menapaki hidup
Satukanlah hatinya dengan hatiku
Titipkanlah kebahagiaan diantara kami
Agar kemesraan itu abadi
Dan ya Allah… ya Tuhanku yang Maha Mengasihi
Seiringkanlah kami melayari hidup ini
Ke tepian yang sejahtera dan abadi
→ Continue
Posted by Iqbal_Ir | Posted on 08-01-2006
Category : Tentang Pernikahan
Lelaki tua menjelang 80-an itu menatap istrinya. Lekat-lekat. Nanar. Gadis itu masih terlalu belia. Baru saja mekar. Ini bukan persekutuan yang mudah. Tapi ia sudah memutuskan untuk mencintainya. Sebentar kemudian ia pun berkata, "Kamu kaget melihat semua ubanku? Percayalah! Hanya kebaikan yang akan kamu temui disini.
" Itulah kalimat pertama Utsman bin Affan ketika menyambut istri terakhirnya dari Syam, Naila. Selanjutnya adalah bukti.
→ Continue